Raja Hutan Menampakkan Dirinya Di Kebun Desa Aek Marian Kecamatan Lembah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal, Sumut

Aek Marian, Mandailing Natal – Metrozone net

Kamis, 08/01/2026 Masyarakat Desa Aek Marian, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, menggelar Musyawarah Desa di Balai Desa Aek Marian menyusul laporan salah satu warga yang mengaku melihat seekor harimau melintas di wilayah perkebunan Cek Dam Paya Jomping, Aek Marian.

Musyawarah ini dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat atas keresahan warga yang khawatir akan keselamatan mereka saat beraktivitas di kebun.

Karena beberapa hari sebelumnya, warga Desa Pangkat yang tidak jauh dari desa Aek Marian juga sempat resah karena ditemukan jejak yang diduga adalah jejak dari harimau.

Musyawarah Desa tersebut dihadiri oleh masyarakat Desa Aek Marian, PJ Kepala Desa Aek Marian Nelli Agustina, tokoh masyarakat, serta BPD dan Kaur Desa Aek Marian.

Dalam musyawarah tersebut, warga menyampaikan kekhawatiran mereka terkait keberadaan harimau yang diduga masih berada di sekitar lokasi perkebunan dan jalur aktivitas warga sehari-hari.

Ahmad Sutan Siddik Lubis, saat dihubungi melalui WhatsApp, membenarkan adanya laporan dari Muhammad Arif Nasution, salah satu warga Desa Aek Marian yang bekerja di perkebunan Cek Dam Paya Jomping.

Menurut keterangan Ahmad Sutan Siddik Lubis, Muhammad Arif Nasution melihat secara langsung seekor harimau melintas dengan jarak sekitar 8 meter dari lokasi tempat ia bekerja, Kejadian tersebut membuat korban segera meninggalkan lokasi karena merasa terancam.

Hasil Musyawarah Desa memutuskan bahwa besok Jum’at 09/01/2026 masyarakat akan bersama-sama melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian, serta melakukan upaya pencarian untuk memastikan keberadaan satwa liar tersebut.

Langkah ini dilakukan dengan tetap mengutamakan kewaspadaan dan keselamatan warga,
PJ Kepala Desa Aek Marian, Nelli Agustina menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan waspada serta usahakan jangan sendirian ketika pergi ke kebun.

Masyarakat berharap agar dinas terkait yang menangani satwa liar, dapat segera turun tangan dan mengambil tindakan yang diperlukan, karena masyarakat merasa resah dan takut untuk kembali bekerja di kebun seperti biasa.

Pemerintah desa berharap adanya penanganan cepat agar situasi kembali aman dan aktivitas warga dapat berjalan normal tanpa rasa takut.

Peliput: Arbain Lubis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *