PUPR Aceh Barat Mulai Benahi Jalan Penghubung Sibintang – Baro Paya di Panton Reu

MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pemeliharaan ruas jalan yang menghubungkan Desa Sibintang dengan Desa Baro Paya, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat. Langkah ini diambil guna membuka keterisolasian dan mempermudah mobilitas warga setempat.

​Selama ini, kondisi ruas jalan penghubung antar desa tersebut sangat memprihatinkan. Jalanan hanya berupa hamparan kerikil gembur, dipenuhi lubang, dan berubah menjadi kubangan lumpur setiap kali diguyur hujan. Kondisi ekstrem ini kerap melumpuhkan aktivitas harian masyarakat, terutama para petani dan pekebun yang kesulitan mengangkut hasil panen mereka ke pusat pasar.

Plt Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui ​Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas ruas jalan penghubung ini secara bertahap sesuai dengan aspirasi masyarakat.

​”Tahun ini, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah yang ada, ruas jalan Sibintang ini kita lakukan pengerasan (perkerasan) dengan serak kerikil jalan terlebih dahulu. Fokus utama kita saat ini adalah memastikan konektivitas warga tidak terputus dan kendaraan bisa melintas dengan lebih mudah,” ujar Beni Hardi, Rabu (17/6/2026).

​Beni menambahkan, pengerasan jalan yang dilakukan saat ini merupakan tahap awal dari rencana jangka panjang Pemkab Aceh Barat. Pihaknya menargetkan jalur komoditas pertanian ini akan ditingkatkan statusnya menjadi jalan aspal pada tahun anggaran berikutnya.

​”Insyaallah tahun 2027 mendatang, target kita ruas jalan Sibintang – Baro Paya ini akan kita tingkatkan menjadi aspal. Skema pengaspalan ini pun sudah kita usulkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Barat tahun depan,” kata Beni.

Harapan kita, ​dengan dilakukan pemeliharaan ruas jalan Sibintang ini, warga Kecamatan Panton Reu sekitarnya diharapkan dapat memperlancar akses transportasi yang lebih layak, aman, dan mampu mendongkrak roda perekonomian sektor pertanian di wilayah tersebut, dan tidak terganggu akses jalan yang rusak dan berlumpur,” pungkasnya (**)

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *