MEULABOH (Metrozone.net) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat terus memacu proyek rehabilitasi jembatan gantung yang menghubungkan Desa Canggai dan Desa Jambak di Kecamatan Pante Ceureumen, pasca rusak parah diterjang banjir besar akhir November 2025 lalu.
Mengingat kondisi infrastruktur tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah, pihak Dinas PUPR terpaksa membongkar dan membangun ulang seluruh konstruksi jembatan agar bangunan lebih kuat dan kokoh demi untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat melintas
Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan hasil survei teknis di lapangan. Jembatan gantung tersebut mengalami kerusakan fatal setelah diterjang banjir bandang pada November 2025 lalu. Kondisinya saat ini nyaris roboh, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk sekadar diperbaiki ringan.
“Rencananya awal kami hanya mau melakukan rehabilitasi berat. Tapi setelah melihat kondisi riil di lapangan, jembatan ini harus dibongkar total dan ada beberapa komponen yang memang harus diganti baru, dan nantinya konstruksi jembatan yang kita bongkar ini akan kita rakit dan pasang kembali,” ujar Beni Hardi saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Beni menambahkan, terjangan banjir tahun lalu membuat konstruksi jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Pante Ceureumen tersebut mengalami kemiringan yang sangat parah. Guna memastikan jembatan dapat berfungsi optimal dan aman dilalui, sejumlah perbaikan menyeluruh akan dilakukan, meliputi pembongkaran total dengan menurunkan seluruh bentang jembatan yang miring untuk ditata kembali.
Selain itu, kata Beni, fokus rehab dilakukan pada pembuatan abutment dan block angkur baru yg mengalami rusak berat dan tidak dapat dipergunakan lagi.
“Untuk bangunan atas seperti kabel dan struktur lantai diupayakan tetap mempergunakan material lama yang masih layak digunakan,” jelasnya
Saat ini, pihak rekanan CV Melati terus mengebut pekerjaan di lapangan agar proses pengerjaan berjalan dengan cepat dan tepat target. Apalagi keberadaan jembatan gantung ini dinilai sangat vital karena menjadi urat nadi transportasi, ekonomi, dan akses harian bagi warga Desa Canggai maupun Desa Jambak, dan juga akses vital bagi anak-anak menuju sekolah yang selama ini terpaksa mengarungi sungai yang sangat berbahaya (*)
Penulis: Almanudar












