Proyek Sumur Bor Irigasi Kementerian PUPR Anggaran Tahun 2025 di Pekon Banjar Rejo Pringsewu Diduga Mangkrak, Warga: Air Mati Cuma 20 Menit

 

Pringsewu, Lampung, Metrozone.net, –

Proyek sumur bor irigasi Kementerian PUPR Anggaran Tahun 2025 yang berlokasi di Pekon Banjar Rejo, Kabupaten Pringsewu, diduga mangkrak dan tidak berfungsi dengan baik. Proyek yang seharusnya mengairi lahan persawahan warga ini justru menjadi sorotan karena tidak optimal pasca pengerjaan.

Berdasarkan keterangan warga setempat yang merupakan pemilik sawah, aliran air dari sumur bor sangat lemah dan tidak berkelanjutan. “Untuk mengisi satu kotak sawah pun tidak bisa maksimal, hanya sekitar 20-30 menit setelah itu air mati atau tidak berfungsi kembali,” ungkap warga kepada awak media di lokasi, Senin 30 Juni 2026.

Kekecewaan warga memuncak karena proyek tersebut dibiayai dari uang hasil pajak rakyat. “Warga merasa kecewa pembangunan sumur bor menggunakan uang hasil pajak rakyat tidak berjalan dengan baik atau optimal,” kata warga.

Pantauan di lapangan membenarkan kondisi tersebut. Pasca pengerjaan, sisa material bangunan seperti pipa, kayu, dan puing lainnya masih berserakan di sekitar lokasi sumur bor dan belum dibersihkan oleh pihak kontraktor pelaksana. Kondisi ini membuat area terlihat kumuh dan terbengkalai.

Warga juga menyoroti minimnya pengawasan dari pihak terkait. “Diduga Dinas Balai BBWS Way Sekampung tutup mata dan telinga terhadap kondisi di lapangan,” tegas warga.

Warga berharap pemerintah, khususnya Kementerian PUPR melalui BBWS Way Sekampung, segera melakukan evaluasi, perbaikan, dan pembersihan lokasi. Tujuannya agar proyek dapat berfungsi maksimal dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di Pekon Banjar Rejo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BBWS Way Sekampung dan kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan mangkrak dan tidak berfungsinya proyek sumur bor tersebut.

(Red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *