Program Peneliti Muda 2026 UBB Kaji Bahasa dan Identitas Nelayan Kampung Juru Seberang

Belitung, Metrozone.net  –

Dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Program Peneliti Muda 2026 melaksanakan penelitian bertajuk “Konstruksi Identitas Linguistik Nelayan Kampung Juru Seberang: Studi Etnolinguistik” di Kampung Juru Seberang, Belitung, Senin 3 Agustus 2026.

Penelitian tersebut dipimpin Rizky Arif Afandi, M.A. sebagai ketua peneliti dengan melibatkan masyarakat Kampung Juru Seberang sebagai sumber data dan konteks utama penelitian. Kajian ini berfokus pada penggunaan bahasa masyarakat nelayan dalam membentuk, mempertahankan, dan merepresentasikan identitas sosial serta budaya komunitas.

 

Dalam perspektif etnolinguistik, bahasa tidak hanya dipandang sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari praktik budaya yang merefleksikan pengalaman, pengetahuan lokal, hubungan sosial, serta cara pandang masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya.

Kepala Desa Juru Seberang menjadi salah satu narasumber utama dalam penelitian. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik kebahasaan masyarakat, sejarah dan perkembangan komunitas, penggunaan istilah lokal dalam kehidupan nelayan, serta keterkaitan antara bahasa, pekerjaan, dan identitas masyarakat Kampung Juru Seberang.

Rizky Arif Afandi menjelaskan, bahasa yang digunakan masyarakat nelayan menyimpan berbagai pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hal tersebut mencakup pengetahuan mengenai lingkungan, aktivitas pekerjaan, hubungan sosial, hingga pengalaman kolektif masyarakat.

“Bahasa masyarakat nelayan menyimpan pengetahuan mengenai lingkungan, pekerjaan, hubungan sosial, serta pengalaman kolektif komunitas. Karena itu, mengkaji bahasa berarti juga mendokumentasikan bagian dari identitas dan pengetahuan budaya masyarakat,” ujar Rizky.

Melalui pendekatan etnolinguistik, penelitian tersebut turut mengidentifikasi hubungan antara bahasa, budaya, pekerjaan sebagai nelayan, dan identitas komunitas. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi istilah dalam aktivitas melaut, nama alat tangkap, penyebutan kondisi alam dan cuaca, serta bentuk sapaan dan interaksi sosial masyarakat.

Penelitian ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan temuan akademik, tetapi juga mendukung dokumentasi dan pelestarian bahasa serta pengetahuan lokal masyarakat pesisir Bangka Belitung. Dokumentasi tersebut dinilai penting di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, mobilitas masyarakat, dan perubahan pola mata pencaharian yang dapat memengaruhi penggunaan bahasa lokal.

Program Peneliti Muda 2026 UBB menjadi ruang bagi dosen dan peneliti muda untuk mengembangkan kajian yang berangkat dari persoalan serta kekayaan lokal. Melalui penelitian di Kampung Juru Seberang, UBB turut memperkuat kontribusinya dalam mendokumentasikan kebudayaan masyarakat Bangka Belitung, khususnya dalam bidang etnolinguistik, bahasa dan budaya, serta identitas masyarakat pesisir.

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi luaran akademik sekaligus sumber pengetahuan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam memahami serta menjaga kekayaan linguistik dan budaya masyarakat Kampung Juru Seberang. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *