Pekanbaru, Metrozone.net- Polresta Pekanbaru mematangkan strategi pengamanan Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 yang akan berlangsung pada 9–10 Agustus 2026. Pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran rangkaian kegiatan, tetapi juga memastikan keamanan ribuan peserta, tamu VVIP, delegasi luar negeri, tokoh adat, hingga masyarakat yang hadir.
Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Kamis (6/8/2026) pukul 14.00 WIB di Posko Operasi Polresta Pekanbaru. Rapat dipimpin Kabagops Polresta Pekanbaru Kompol Tri Budiyanto, S.H., S.I.K., M.Si., dan dihadiri unsur internal kepolisian serta sejumlah pemangku kepentingan eksternal.
Rapat melibatkan perwakilan Satintelkam, Satlantas, Satsamapta, Sipropam, Polsek Limapuluh, serta unsur Pemerintah Kota Pekanbaru, di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Kesehatan, LAM Provinsi Riau, panitia dan event organizer.
10.080 Peserta, Pengamanan Harus Presisi
Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 mengangkat tema “Dengan Semangat Melayu Nusantara, Kita Bangun Indonesia yang Maju, Berdikari, dan Bermarwah.”
Kegiatan ini akan dirangkai dengan pembukaan resmi, Rekor MURI pemakaian 10.080 tanjak, seminar internasional, bazar UMKM, hiburan rakyat, Bual-Bual Melayu hingga penutupan.
Kegiatan diperkirakan dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Plt. Gubernur Riau, Forkopimda, tokoh adat Melayu, delegasi luar negeri, tamu VIP/VVIP serta sekitar 10.080 peserta dan masyarakat umum.
Besarnya jumlah peserta menjadi perhatian utama aparat. Potensi kepadatan, kemacetan, gangguan ketertiban, kondisi kesehatan peserta, hingga pengamanan tamu negara dan pejabat menjadi bagian yang telah dipetakan sejak awal.
Polresta Pekanbaru menyiapkan pola pengamanan berlapis, mulai dari pengamanan orang, barang, lokasi, jalur kedatangan dan kepulangan VVIP, panggung utama, area registrasi, seminar, bazar UMKM, backstage hingga area parkir.
Pengamanan Berlapis dan Antisipasi Kerawanan
Pada hari pertama, Minggu (9/8), pengamanan akan dimulai sejak pembukaan bazar UMKM dan arus kedatangan peserta. Pengaturan kendaraan, registrasi, sterilisasi lokasi serta pengamanan area publik menjadi prioritas.
Saat kedatangan VVIP, pengamanan akan diperkuat melalui pola Ring 1, Ring 2 dan Ring 3, dengan koordinasi seluruh unsur terkait. Jalur kedatangan tamu penting juga akan disterilkan sebelum rombongan tiba.
Puncak perhatian berada pada agenda pemakaian 10.080 tanjak secara serentak. Massa akan dibagi dalam sejumlah sektor untuk mencegah penumpukan dan menjaga jalur evakuasi tetap terbuka.
Sementara pada malam hari, pengamanan kembali diperkuat saat hiburan rakyat berlangsung. Kepadatan penonton, potensi keributan, pencopetan dan kemacetan saat pembubaran massa menjadi sejumlah potensi kerawanan yang telah diantisipasi.
Hari Kedua, Pengamanan Seminar Internasional Diperketat
Pada Senin (10/8), pengamanan dilanjutkan pada rangkaian Seminar Internasional bertema “Peran Strategis Melayu Nusantara dalam Menyikapi Kondisi Politik Global.”
Seminar tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, tokoh Melayu dan delegasi dari beberapa negara, termasuk Brunei Darussalam, Malaysia dan Thailand.
Pengamanan difokuskan pada ruang seminar, area VVIP, jalur narasumber, backstage dan area media. Intelkam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan, sementara personel Samapta disiagakan untuk patroli terbuka di sekitar lokasi.
Tim kesehatan dan ambulans juga disiapkan sebagai bagian dari sistem pengamanan terpadu.
Pengamanan berlanjut hingga agenda Bual-Bual Melayu, pembacaan Maklumat Melayu Nusantara 2026 dan penutupan resmi. Jalur kepulangan VVIP dan peserta akan diatur secara terpisah untuk mencegah kemacetan serta penumpukan massa.
Bukan Sekadar Acara, Melayu Harus Hadir dengan Marwah
Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 bukan sekadar agenda seremonial. Di dalamnya terdapat pesan besar tentang identitas, kebudayaan, persatuan dan marwah Melayu Nusantara.
Karena itu, keamanan menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib, aman dan bermartabat.
Polresta Pekanbaru bersama seluruh unsur terkait menegaskan kesiapan untuk mengawal kegiatan tersebut secara profesional dan humanis, dengan mengedepankan pencegahan, koordinasi lintas instansi serta respons cepat terhadap setiap potensi gangguan.
“Kenduri boleh meriah, tetapi keamanan harus tetap menjadi panglima. Ketika budaya dijaga dengan tertib dan aman, maka marwah Melayu tidak hanya dirayakan, tetapi juga dihormati.”
Rapat koordinasi berakhir dalam keadaan tertib dan aman. Seluruh unsur yang terlibat selanjutnya akan menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing demi memastikan Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 berjalan lancar, aman dan sukses.
Pewarta: SS












