MEULABOH (Metrozone net) – Angka pernikahan yang tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, mengalami tren penurunan pada bulan Juli/Safar 1448 Hijriah.
Penurunan ini diduga kuat dipengaruhi oleh anggapan sebagian masyarakat yang menghindari pelaksanaan akad nikah pada bulan Safar karena dipercaya dapat membawa kesialan.
Kepala KUA Kecamatan Johan Pahlawan, Tgk. Marha Jadwal, MA, mengungkapkan bahwa fenomena ini menjadi perhatian serius dari pihak KUA. Guna meluruskan pemahaman yang keliru di tengah masyarakat, KUA Johan Pahlawan menginisiasi pengajian rutin bulanan yang dirangkaikan dengan pengisian Buku Tamu KUA.
Pada pengajian perdana yang digelar Rabu (5/8-2026) tersebut, KUA menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Barat, H. Khairul Azhar, sebagai pemateri utama dengan mengusung tema “Keutamaan Bulan Safar Menurut Perspektif Islam.”
Dalam pemaparannya, H. Khairul Azhar menegaskan bahwa ajaran Islam sama sekali tidak pernah melarang umatnya melangsungkan pernikahan pada bulan Safar. Stigma negatif terhadap bulan Safar merupakan kepercayaan turun-temurun dari tradisi Arab masa Jahiliah yang tidak memiliki pijakan dasar dalam syariat Islam.
”Sejumlah literatur klasik seperti I’anatut Thalibin, Fathul Bari, serta riwayat Ibnu Hajar Al-Asqalani secara tegas menjelaskan bahwa tidak ada keyakinan tentang penularan kesialan atau pertanda buruk yang melekat pada waktu tertentu. Islam telah membantah kepercayaan terhadap mitos pembawa sial,” jelas Khairul Azhar.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu maupun menunda rencana pernikahan hanya karena bertepatan dengan bulan Safar. Sebaliknya, umat Islam didorong untuk memanfaatkan momen ini dengan memperbanyak zikir, doa, serta memperkuat ketauhidan kepada Allah SWT.
Khairul Azhar juga mengingatkan para calon pengantin untuk menjauhi prasangka yang tidak berdasar. Menurutnya, seluruh takdir, ketetapan hidup, maupun musibah telah ditentukan oleh Allah SWT dan tertulis di Lauhul Mahfuz. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya tetap berikhtiar, bertawakal, dan menjaga kemurnian akidah dari keyakinan syirik maupun mitos.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pengajian berkala ini, pihak KUA Johan Pahlawan berharap pemahaman keagamaan masyarakat semakin lurus, sehingga tradisi menunda pernikahan akibat mitos bulan Safar dapat berangsur ditinggalkan (**)
(Almanudar)






