Batam, Metrozone.net- Polemik aksi pawai dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bergulir setelah ribuan siswa SD dan SMP terlihat mengikuti kegiatan di depan kantor DPRD Batam, berbagai pihak mulai angkat bicara terkait dugaan pelibatan peserta didik dalam aksi tersebut, Minggu (21/6/2026).
Ketua DPC LSM KPK-RI Batam, Dedek Wahyudi, menegaskan bahwa pihaknya mendukung keberlanjutan program MBG karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, namun ia meminta agar pelaksanaannya ke depan melibatkan pelaku UMKM yang berada di lingkungan sekolah masing-masing.
“Jika program MBG tetap dilanjutkan, kami meminta agar pengelolaannya menggunakan UMKM yang berada di sekitar sekolah dengan pengawasan dari ahli gizi dinas kesehatan, sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat setempat,” ujar Dedek.
Selain itu, Dedek juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam program MBG.
“Korupsi yang terjadi dalam program MBG harus diusut tuntas, mulai dari pusat hingga ke daerah. Jangan sampai program yang bertujuan membantu masyarakat justru menjadi ladang korupsi,” tegasnya.
Terkait keterlibatan ribuan siswa dalam aksi dukungan MBG, Dedek menilai hal tersebut perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, demonstrasi yang melibatkan murid dan guru dapat menimbulkan persoalan hukum etika serta bertentangan dengan prinsip perlindungan anak.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, mengajak, memobilisasi atau melibatkan anak di bawah umur dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap perlindungan anak.
Selain itu, keterlibatan siswa dalam aksi unjuk rasa di luar kegiatan resmi sekolah juga dinilai berpotensi melanggar tata tertib sekolah dan dapat menimbulkan konsekuensi akademik apabila terbukti dilakukan tanpa dasar dan mekanisme yang sesuai.
“Anak-anak seharusnya mendapatkan ruang belajar dan perlindungan, bukan dijadikan bagian dari kepentingan tertentu. Siapa pun yang terlibat dalam pelibatan peserta didik pada kegiatan seperti ini harus memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat,” jelasnya.
Polemik mengenai keterlibatan ribuan anak di bawah umur dalam aksi dukungan MBG masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Berbagai pihak pun mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh baik terhadap pelaksanaan program MBG maupun dugaan pelibatan peserta didik dalam kegiatan yang mengandung muatan politik.
Pewarta: Hans






