Pimpin Upacara Hari Santri, Wabup Aceh Barat Ajak Santri Bersatu Perangi Narkoba dan Judi Online

Daerah30 Dilihat

​MEULABOH (Metrozone.net) – Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, SH, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan di halaman kantor bupati setempat pada Kamis (22/10/2026).

​Dalam sambutannya, Said menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri merupakan momentum penting untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri. Selain itu, kegiatan ini juga merefleksikan peran dayah serta pesantren dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.

​Di hadapan peserta upacara, Said menegaskan pentingnya persatuan para santri untuk memperkuat barisan bersama pemerintah demi menjaga stabilitas serta masa depan Kabupaten Aceh Barat.

Ia menyoroti berbagai tantangan serius yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti maraknya penyalahgunaan narkoba, judi online, pergaulan berisiko, hingga fenomena anak-anak muda yang semakin jauh dari nilai-nilai ilmu agama.

​Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Said mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menyelamatkan generasi penerus demi kemajuan Aceh Barat. Peran aktif tersebut meliputi orang tua yang mendidik dan mengawasi anak, ulama serta teungku yang membimbing umat, dayah sebagai pusat ilmu dan akhlak, gampong (desa) yang menjaga lingkungan, serta pemerintah yang memfasilitasi dan menegakkan aturan.

​Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai ancaman sosial yang dapat memecah belah masyarakat, termasuk prostitusi dan ajaran-ajaran yang menyimpang dari ketentuan agama serta hukum.

Pemerintah, kata Said, bertujuan untuk membentengi masyarakat dan menyelamatkan generasi secara preventif, bukan sekadar memberikan hukuman setelah mereka terjerumus.

​Mengingat adanya keterbatasan pemerintah terutama dalam hal penegakan hukum yang terikat prosedur, kolaborasi yang erat dengan ulama, aparat penegak hukum, orang tua, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama.

​Sebagai langkah konkret penguatan moral dan keagamaan masyarakat, Said menyampaikan instruksi bupati agar gerakan magrib mengaji dan shalat berjamaah di masjid dihidupkan kembali, serta memperkuat majelis taklim di setiap gampong.

Ia mengajak para Keuchik, Imum Gampong, teungku, pemuda, dan seluruh masyarakat agar gerakan ini dijalankan secara konsisten dengan semangat mengajak dan membimbing, bukan menghakimi.

Said berharap para santri tidak hanya kuat dalam penguasaan ilmu agama, tetapi juga memiliki keterampilan, melek teknologi, kreatif, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah guna membuka peluang ekonomi baru.

​”Mari jadikan Hari Santri dan Maulid Nabi ini sebagai momentum memperkuat iman, memperbaiki akhlak, menjaga persatuan, membina generasi muda, dan membangun kepedulian. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri; Aceh Barat membutuhkan persatuan, kolaborasi, dan kepedulian seluruh masyarakat,” demikian Said Fadheil

Editor: Almanudar

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *