Pemkab Aceh Barat Genjot Revitalisasi 37 Satuan PAUD, Anggaran Capai Rp13,6 Miliar

Daerah33 Dilihat

MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat menggelar kegiatan percepatan program revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Acara tersebut dilangsungkan di Aula Gedung B Disdikbud Aceh Barat, Kamis (29/10/2026).

​Kegiatan strategis ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Irwan, M.Si, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas (Sekdis), Yusransal,S.Pd., M.Pd.

​Dalam laporannya, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Aceh Barat, Dara Amelia, SE., M.Si., menyampaikan bahwa program revitalisasi ini merupakan salah satu upaya krusial dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.

​”Program ini bertujuan menyediakan serta meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, layak, nyaman, sehat, dan mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” ujar Dara Amelia

​Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut berlandaskan pada Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, serta Digitalisasi Pembelajaran.

​Di Kabupaten Aceh Barat sendiri,kata Dara, program revitalisasi pada tahun 2026 ini menyasar 37 satuan pendidikan PAUD yang tersebar di berbagai kecamatan dengan total anggaran mencapai Rp13,6 miliar.

Lebih lanjut, Dara mengatakan ​pelaksanaan revitalisasi ini menggunakan mekanisme swakelola yang melibatkan kepala satuan, guru, komite, dan unsur masyarakat. Adapun rincian fisik pembangunan dan rehabilitasi yang dikerjakan meliputi pembangunan baru 14 unit ruang kelas baru (RKB), 6 unit toilet, 8 unit ruang guru, 11 unit UKS, serta 28 area bermain, penataan lingkungan pada 29 sekolah serta rehabilitasi atau perbaikan pada 21 unit ruang kelas, 14 unit toilet, dan 8 unit ruang guru.

​Terkait progres di lapangan, Dara memaparkan bahwa realisasi fisik dan keuangan per September 2026 bervariasi bergantung pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) masing-masing satuan pendidikan. Secara akumulatif, rata-rata progres pelaksanaan program tersebut telah mencapai 62,68 persen,” ujarnya

​Sementara itu, dalam arahannya saat membuka acara, Sekdis Dikbud Aceh Barat, Yusransal, menekankan pentingnya sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pembelajaran dan fasilitas fisik.

​Ia menegaskan bahwa program revitalisasi ini merupakan salah satu program hasil terbaik cepat (quick win) prioritas Presiden Prabowo Subianto yang membawa dampak ganda (multiplier effect), tidak hanya bagi dunia pendidikan tetapi juga sektor ekonomi masyarakat sekitar.

​”Dengan anggaran mencapai Rp13,6 miliar belum termasuk sektor pendidikan tingkat SD dan SMP perputaran uang di Aceh Barat sangat besar. Ini diharapkan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, membuka peluang bagi usaha kecil, pedagang, hingga penyedia material di sekitar sekolah,” ungkapnya.

​Pihaknya menargetkan agar pelaksanaan program ini terus berlanjut dengan sasaran penerima yang lebih besar di tahun mendatang, sehingga dampak ekonomi bagi masyarakat Aceh Barat semakin luas.
​Selain aspek pembangunan fisik dan ekonomi.

Yusransal juga mengingatkan para kepala satuan dan panitia P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) agar bersinergi, berkolaborasi, serta menjaga komunikasi yang baik di internal sekolah guna menghindari perpecahan. Ia turut berpesan kepada para pengelola agar memperhatikan aspek administrasi, khususnya terkait kepatuhan perpajakan.

​”Kami berpesan agar berkonsultasi dengan narasumber terkait perhitungan pajak kegiatan fisik ini. Jangan sampai ada temuan atau tunggakan pajak yang belum diselesaikan, karena pemeriksaan pajak tetap akan dilakukan meskipun masa tugas di sekolah tersebut telah usai,” tegasnya.

​Kegiatan yang berlangsung satu hari ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri dari kepala satuan pendidikan PAUD dan ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dari 30 satuan PAUD penerima program di Kabupaten Aceh Barat.

​Kegiatan sosialisasi dan koordinasi ini turut menghadirkan narasumber yang berkompeten dari berbagai instansi terkait, di antaranya dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Barat, pihak Kejaksaan Aceh Barat, serta Inspektorat Kabupaten Aceh Barat (*)

Penulis; Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *