Pemilihan Mukim di Woyla Timur Sukses Digelar, Salamuddin Pimpin Woyla Tunong dan Usman Kembali Pimpin Krueng Bhee

Daerah73 Dilihat

MEULABOH (Metrozone.net) – Kecamatan Woyla Timur sukses menyelenggarakan pemilihan Mukim dalam dua tahap secara demokratis. Pemilihan ini menetapkan para pemimpin mukim baru untuk masa bakti 2026–2031.

​Prosesi pemilihan bagi kedua kemukiman tersebut dipusatkan di Aula Gedung Serbaguna Kantor Camat Woyla Timur. Pemilihan Mukim Woyla Tunong telah dilangsungkan pada tanggal 20 Oktober 2026, disusul oleh pemilihan Mukim Krueng Bhee pada tanggal 26 Oktober 2026.

​Tahap pertama pemilihan berlangsung untuk Mukim Woyla Tunong yang membawahi 13 gampong. Pemilihan yang digelar secara demokratis ini diikuti oleh tiga orang calon dengan rincian perolehan suara sebagai berikut:
​Salamuddin: 32 suara, Samsunan: 28 suara dan Masdiwan: 8 suara. ​Berdasarkan perolehan suara tersebut, Salamuddin resmi keluar sebagai pemenang dan terpilih untuk memimpin Mukim Woyla Tunong periode 2026–2031.

​Sementara itu, untuk pemilihan Mukim Krueng Bhee, Usman ditetapkan sebagai pemenang secara aklamasi. Hal ini dikarenakan hingga batas akhir pengumuman yang dikeluarkan oleh panitia, hanya terdapat satu calon tunggal, yakni Usman. Usman sendiri merupakan petahana yang kembali dipercaya untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Mukim Krueng Bhee untuk periode 2026–2031.

​Camat Woyla Timur, Chairuman, SE, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Meulaboh pada Rabu (28/10/2026), menjelaskan bahwa proses pemilihan ini melibatkan unsur pemerintahan gampong secara menyeluruh.

​”Yang ikut memilih adalah unsur pemerintahan gampong, mulai dari Keuchik, Tuha Peut Gampong (TPG), PKK, imum gampong, pemuda, unsur perempuan hingga tokoh masyarakat dari dua kemukiman di Kecamatan Woyla Timur,” ujar Chairuman.

​Lebih lanjut, Camat Chairuman menyampaikan harapan mendalam agar para mukim terpilih tidak hanya menjadi simbol kepemimpinan adat semata, melainkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan serta garda terdepan dalam merawat keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

​Beliau menekankan pentingnya sinergi yang erat antara lembaga mukim, pemerintah kecamatan, para keuchik, serta seluruh elemen gampong demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.

​”Ini adalah kerja berat yang memikul amanah besar dari masyarakat.Tetapi jika kita laksanakan bersama-sama dengan komitmen tinggi dan saling mendukung, segala tantangan dan program prioritas pasti dapat berjalan dengan sukses,” ujar Chairuman.

​Sebagai langkah konkret awal kepemimpinan periode baru ini, Chairuman menginstruksikan agar para mukim terpilih segera memfokuskan perhatian pada penataan administrasi wilayah yang krusial.

​”Program pertama yang harus segera dijalankan oleh mukim terpilih adalah penyelesaian tapal batas antar-kampung guna memperjelas batas administratif pembangunan yang selama ini masih terkendala dalam proses musyawarah dan mufakat,” ujarnya

​Saat ini, kata Chairuman, pihak kecamatan masih menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi dari Bupati Aceh Barat untuk kelanjutan proses pelantikan para mukim terpilih dalam waktu dekat (*)

Penulis; Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *