Pembacaan Yasin Serentak, Lapas Narkotika Karang Intan Perkuat Pembinaan Spiritual

Karang Intan, Metrozone.net

Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan pada Jumat (20/2/2026). Ratusan santri Warga Binaan secara serentak melaksanakan pembacaan Surah Yasin dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan kegiatan spiritual yang menenangkan dan membangun kesadaran diri.

Dengan mengenakan busana muslim yang rapi, para Warga Binaan duduk berbaris memenuhi saf masjid. Lantunan Surah Yasin menggema syahdu, menyatu dalam doa dan harapan akan ampunan serta kesempatan memperbaiki diri. Momentum ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang secara konsisten dilaksanakan oleh Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan guna membentuk pribadi yang lebih religius dan berakhlak.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan bahwa kegiatan pembacaan Yasin serentak ini bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi bagian dari proses pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk hijrah dan memperbaiki diri. Melalui pembacaan Yasin serentak ini, kami ingin menanamkan nilai ketenangan, introspeksi, dan harapan baru bagi seluruh Warga Binaan. Kami percaya, pembinaan yang menyentuh hati akan melahirkan perubahan yang nyata,” ujar Yugo.

Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan kerohanian menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan produktif.

Salah seorang Warga Binaan, Munaf, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Saat membaca Yasin bersama-sama, hati saya terasa lebih tenang. Ramadan kali ini benar-benar berbeda. Saya merasa punya kesempatan untuk memperbaiki diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Semoga setelah bebas nanti, saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik bagi keluarga dan masyarakat,” tutur Munaf.

Kegiatan pembacaan Yasin serentak ini menjadi bukti bahwa di balik tembok pemasyarakatan, proses perubahan terus tumbuh. Ramadan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan pembinaan, refleksi, dan penguatan tekad untuk menata masa depan. (ysf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *