Banyuwangi, Metrozone.net- Dari total 150 hektare lahan jagung di Green Farm Banyuwangi, 20 hektare mulai dipanen dengan produktivitas diperkirakan mencapai 8 hingga 10 ton per hektare. Di balik angka itu, ada target yang lebih jauh yaitu menjadikan kawasan tersebut sebagai ruang pengembangan benih unggul untuk meningkatkan hasil petani.
Panen Raya Jagung Kuartal III Tahun 2026 digelar di Pusat Pelatihan Pertanian Taruna Bumi, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Jumat (11/9/2026). Dari total lahan tersebut, sekitar 20 hektare dipanen dengan perkiraan produktivitas 8 hingga 10 ton per hektare. Jagung varietas Bhayangkara itu ditanam sejak 22 Mei 2026 dan memasuki masa panen setelah berumur 112 hari.

Kapolda Jawa Timur mengatakan, kawasan tersebut memiliki potensi tidak hanya sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai ruang penelitian dan pengembangan benih unggul.
“Tidak puas dengan proses yang sudah berjalan, kemudian terus dikembangkan. Mudah-mudahan ke depan hasilnya bisa lebih meningkat,” ujar Kapolda Jawa Timur.
Menurutnya, hasil riset nantinya diharapkan dapat diterapkan lebih luas sehingga petani memperoleh benih yang sesuai dengan karakter lahan dan mampu menghasilkan produksi maksimal.
“Pada saatnya nanti bisa disebarkan kepada seluruh petani untuk penanaman jagung dengan bibit yang benar-benar unggul. Itu tentu akan membantu kesejahteraan petani,” Ujar Kapolda Jawa Timur.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ,juga menekankan bahwa peningkatan produksi harus berujung pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Kita ingin ada peningkatan kesejahteraan petani. Kalau menjadi pusat riset, ada bibit-bibit yang lebih unggul, lebih baru, dan adaptif dengan zaman maupun cuaca, itu sangat bagus ke depannya,” ujar Bupati Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi menambahkan, surplus produksi Banyuwangi diharapkan dapat memberi kontribusi bagi daerah lain di Jawa Timur. Pemkab Banyuwangi juga siap mendukung melalui pelatihan, pemupukan, serta pengelolaan lahan.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menilai panen raya tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesinambungan program ketahanan pangan.
Menurut Kapolresta Banyuwangi, peningkatan produksi perlu berjalan bersama pengembangan benih, perbaikan budidaya dan peningkatan kesejahteraan petani agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Panen Raya Jagung Kuartal III tersebut merupakan bagian dari sinergi Polda Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kwarda Pramuka Jawa Timur, HKTI Jawa Timur dan unsur terkait dengan mengusung tema “Kedaulatan Pangan Martabat Bangsa”.
Editor: 5093N9













