Pringsewu, Metrozone.net, —
Ny.Rahayu Sri Astutik Riyanto Pamungkas dikukuhkan sebagai Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu. Pengukuhan oleh Bupati Pringsewu dilaksanakan pada acara Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tematik Stunting Kabupaten Pringsewu di Aula Utama Pemkab setempat, pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan yang antara lain ditandatanganinya komitmen bersama terkait penanganan dan pencegahan stunting ini dihadiri Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekda M.Andi Purwanto beserta jajaran pemerintah daerah, DPRD, forkopimda dan instansi vertikal, serta berbagai elemen terkait lainnya.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengatakan percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas nasional dan daerah sebagaimana Peraturan Presiden No.72 Tahun 2021, diperkuat UU No.17 Tahun 2023. Dikatakan, secara nasional, prevalensi stunting masih pada kisaran 21%. Di tingkat daerah, berdasarkan data SSGI, prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu menunjukkan tren yang fluktuatif, yaitu 19% pada 2021, menurun menjadi 16,2% pada 2022, dan 15,8% pada 2023. Namun kembali meningkat menjadi 19,5% pada 2024.
“Berdasarkan data EPPGBM, prevalensi stunting Kabupaten Pringsewu menunjukkan tren penurunan yang konsisten setiap tahunnya, pada 2021 sebesar 6,54% turun terus hingga 5,3% pada 2025. Perbedaan capaian antara SSGI dan EPPGBM ini perlu kita pahami secara metodologis dan dijadikan bahan evaluasi bersama bagi memperkuat validitas data, meningkatkan ketepatan sasaran intervensi, serta memperbaiki tata kelola pelaporan,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan pada 2025 Pringsewu memperoleh penghargaan sebagai Kabupaten Terbaik dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Terintegrasi. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak dan harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja. Tetapi, penghargaan bukanlah tujuan akhir, sebab rujuan utama adalah memastikan setiap anak Pringsewu tumbuh sehat, cerdas dan produktif.
“Tahun 2026 merupakan momentum sangat krusial. Karena kita semakin dekat menuju Indonesia Emas 2045. Keberhasilan percepatan penurunan stunting hari ini akan menentukan kualitas SDM Pringsewu di masa depan, serta menjadi pondasi utama dalam mewujudkan generasi yang sehat, unggul dan berdaya saing. Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Pringsewu Makmur, yaitu Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul dan Religius),” ungkapnya.
Sementara itu, Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu Ny.Rahayu Sri Astutik Riyanto Pamungkas menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan bagi mengemban amal sebagai Duta Peduli Stunting Kabupaten Pringsewu. Stunting, kata Rahayu, bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya, tetapi lebih dari itu, berkaitan dengan kualitas tubuh kembang anak, kemampuan belajar kesehatan, bahkan produktivitas mereka di masa depan.
“Mari kita pastikan bahwa setiap ibu hamil mendapat perhatian dan pendampingan yang baik, dan terus memberi edukasi kepada keluarga. Mudah-mudahan apa yang menjadi langkah kita ini memproleh keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT. Sehingga Kabupaten Pringsewu menjadi kabupaten Makmur yang bebas dari stunting dan juga masalah-masalah kesehatan lainnya,” ucapnya.
(Epy)











