Krisis Global Picu Kenaikan BBM Non Subsidi, Harga Batu dan Pasir di Pringsewu Naik 40% Warga Kesulitan

 

Pringsewu, Metrozone.net, –

Di tengah gejolak krisis global akibat konflik Amerika Serikat–Iran yang berdampak pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, warga Kabupaten Pringsewu juga menghadapi lonjakan harga material bangunan. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, harga batu belah saat ini mencapai Rp250.000 per meter kubik, sementara harga pasir turut naik signifikan. Kenaikan rata-rata mencapai *40%* dari harga sebelumnya.

Kondisi ini dirasakan berat oleh masyarakat menengah ke bawah. Material batu dan pasir merupakan kebutuhan utama untuk pembangunan rumah swadaya, jalan lingkungan, dan infrastruktur desa. Banyak pekerjaan yang seharusnya berjalan sesuai rencana terpaksa tertunda karena keterbatasan daya beli warga.

“Kami memahami ada dampak dari krisis global dan kenaikan BBM non subsidi. Tapi kenaikan harga batu dan pasir sampai 40% terasa sangat berat bagi warga kecil. Pembangunan rumah dan jalan lingkungan jadi terhambat,” ujar salah satu warga di Pringsewu.

Sorotan juga diarahkan pada sejumlah tambang batu dan penyedia pasir yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pringsewu. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan meminta klarifikasi kepada pengusaha terkait dasar kenaikan harga yang dinilai cukup tinggi.

Awak media menilai transparansi mekanisme penetapan harga material sangat diperlukan agar tidak menimbulkan keresahan dan spekulasi di masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat memastikan ketersediaan material dengan harga wajar, terutama bagi masyarakat kecil yang bergantung pada pembangunan swadaya.

Hingga berita ini disusun, awak media belum menerima penjelasan resmi dari Dinas terkait dan pihak pengusaha tambang serta distributor material di Kabupaten Pringsewu mengenai penyebab dan dasar kenaikan harga tersebut.

(Epy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *