Nasib Miris Akbar, Pemuda 19 Tahun di Samatiga yang Terpaksa Dikurung di Gubuk Darurat

MEULABOH (Metrozone.net) – Nasib memprihatinkan dialami oleh Akbar Badulana (19), seorang pemuda asal Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. Akbar terpaksa harus menghabiskan hari-harinya terkurung di sebuah gubuk darurat yang dibangun oleh ibunya, Suryanti, di Gampong Ujong Nga, Kecamatan Samatiga.

​Sebelumnya, Suryanti bersama suaminya, Mahyudanil, menetap di Kuala Bubon. Namun, kini ia telah kembali dan tinggal di rumah orang tuanya di Gampong Ujong Nga. Karena kondisi kejiwaan Akbar yang terganggu dan kerap mengamuk, Suryanti terpaksa membuatkan gubuk khusus berukuran kecil tepat di dekat rumahnya.

Gubuk darurat tersebut berdiri hanya berjarak sekitar lima meter dari rumah utama. Bangunannya terbuat dari susunan bambu, berdindingkan pelepah, dan beratapkan rumbia.

​Suryanti menceritakan keluh kesah dan kesedihannya dalam merawat sang putra setiap hari. Jika dilepas dan masuk ke dalam rumah, Akbar sering melemparkan barang apa saja yang ada di sekitarnya.

​”Kalau dia kotor air besar di dalam gubuk, semuanya berserakan dan harus saya bersihkan setiap hari. Kalau masuk ke rumah, apa saja yang ada di tangannya dilempar. Tapi bagaimanapun, saya tetap merawat dan memberikan makan sedapat mungkin,” ujar Suryanti dengan nada sedih. ​Kondisi ini membuat keluarga merasa sangat kewalahan, baik secara fisik maupun ekonomi.

Melalui media ini, Suryanti sangat berharap adanya ulur tangan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, khususnya Dinas Sosial serta dinas terkait lainnya, untuk membantu penanganan medis maupun perawatan yang layak bagi anaknya.

​Harapan serupa juga disampaikan oleh nenek Akbar yang berada di Kuala Bubon, Cut Hasni. Ia berharap kisah cucunya ini bisa tersiar luas agar mendapat perhatian dari publik dan pihak berwenang (*)

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *