Pringsewu, Lampung, Metrozone.net, —
Warga sekitar Jalan SMA Negeri 1 Banyumas, Kabupaten Pringsewu resah dengan adanya lubang galian yang menganga tepat di bahu jalan. Lubang tersebut diduga terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM senilai Rp1,3 Miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2025.
Pantauan di lapangan Selasa 4 Agustus 2026 pukul 13.55 WIB, lubang dengan kedalaman cukup dalam itu berada tepat di depan area sekolah. Dari dalam lubang terlihat pipa berwarna abu-abu dalam kondisi terbuka. Kondisi tanah di sekitar lubang tampak kering.
Di lokasi terlihat adanya lampu penerangan yang dipasang. Namun belum terdapat rambu-rambu peringatan maupun pembatas jalan seperti police line. Hanya ada beberapa batang kayu yang ditancapkan seadanya di sekitar lubang.
Berdasarkan keterangan warga, lubang tersebut sudah ada hampir 1 minggu. Sampai saat ini belum ada tindakan perbaikan dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu maupun rekanan kontraktor pelaksana.
“Ini sudah hampir seminggu dibiarkan. Proyeknya nilai miliaran tapi belum ada yang menutup. Kalau malam tidak terlihat ada lobang karna tidak ada rambu jalan serta bahaya buat pengendara motor. Anak-anak sekolah juga tiap hari lewat sini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Proyek pembangunan infrastruktur air bersih tersebut diketahui dikerjakan oleh rekanan kontraktor di bawah pengawasan Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu dengan anggaran Rp1,3 Miliar dari APBD TA 2025.
Warga menyayangkan tidak adanya pengamanan di sekitar lubang. Menurut warga, keberadaan lubang tanpa rambu dan pembatas berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Kami minta Dinas PUPR dan pihak kontraktor segera bertanggung jawab. Tutup lubang ini atau minimal beri pengaman yang layak. Jangan tunggu sampai ada korban,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu maupun pihak rekanan terkait kondisi proyek SPAM Rp1,3 Miliar tersebut.
Warga berharap pihak terkait segera menutup lubang galian agar tidak membahayakan pengguna jalan, terutama para siswa SMA N 1 Banyumas.
(Team/Red)





