Lapas Banyuwangi Gandeng TNI-Polri dan BNNK Gelar Razia dan Tes Urin Massal, Buktikan Komitmen Bersih Dari Handphone dan Narkoba 

Banyuwangi, Metrozone.net– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi bergerak cepat membuktikan integritasnya usai pelaksanaan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan. Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Lapas Banyuwangi menggelar razia besar-besaran di kamar hunian serta tes urin massal bagi warga binaan maupun pegawai, Jumat (8/5).

Kegiatan yang bertujuan menciptakan lingkungan Lapas yang steril ini tidak dilakukan sendirian. Pihak Lapas menggandeng jajaran Aparat Penegak Hukum (APH) dari unsur TNI (Kodim 0825 Banyuwangi), Polri (Polresta Banyuwangi), serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi.

Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, Solichin, menegaskan bahwa keterlibatan lintas instansi ini merupakan langkah strategis untuk menjamin transparansi, optimalisasi hasil penggeledahan, serta memastikan situasi tetap kondusif selama proses berlangsung.

“Kegiatan ini adalah langkah konkret untuk memantapkan komitmen kami menjadikan Lapas Banyuwangi benar-benar bebas dan bersih dari narkoba. Kami sengaja mengundang rekan-rekan dari TNI, Polri, dan BNNK untuk bersama-sama melakukan pengawasan,” ujar Solichin.

Operasi penggeledahan menyasar sejumlah kamar hunian di tiga blok berbeda yang dipilih secara acak. Selama kurang lebih dua jam penyisiran intensif, petugas gabungan memeriksa setiap sudut ruangan untuk mencari barang-barang terlarang.

Berdasarkan hasil penggeledahan, Solichin mengungkapkan bahwa tim gabungan tidak menemukan adanya narkotika maupun perangkat handphone di dalam kamar hunian.

“Dari penggeledahan tadi, hasilnya nihil untuk handphone dan narkoba. Petugas hanya menyita beberapa barang yang dinilai berpotensi menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib),” tambahnya.

Selain penggeledahan fisik, Lapas Banyuwangi juga melaksanakan tes urin sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Tes ini menyasar 105 warga binaan dan 10 orang pegawai Lapas secara sampling. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif.

Solichin menegaskan bahwa kegiatan serupa tidak akan berhenti sampai di sini. Operasi mendadak dan tes urin rutin akan terus diagendakan guna memastikan tidak ada celah bagi barang terlarang masuk ke dalam lingkungan pemasyarakatan.

“Tujuan jangka panjang kami jelas, yakni memastikan Lapas Banyuwangi selalu dalam kondisi aman dan tertib. Dengan lingkungan yang bersih dari Halinar, program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan dengan optimal dan maksimal,” tutupnya.

Editor: 5093N9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *