MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu perbaikan infrastruktur jalan yang rusak dan berlubang di seluruh wilayahnya.
Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak kurang lebih 400 titik jalan berlubang di sejumlah kecamatan telah berhasil ditangani menggunakan metode penambalan (patching).
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, ST, melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan bahwa percepatan penanganan jalan rusak ini didukung oleh optimalisasi pengoperasian Asphalt Mixing Plant (AMP) mini yang resmi diluncurkan sejak April 2026.
”Sejak diluncurkan AMP mini April 2026 lalu hingga saat ini, kita sudah berhasil melakukan patching ratusan titik-titik ruas jalan nasional dan lintas provinsi, mulai dari Kecamatan Kaway XVI hingga kawasan perbatasan Meulaboh – Pidie di Sungai Mas.
“Total ada 400 titik yang sudah kami tangani di seluruh Kabupaten,” ujar Beni, Sabtu (8/8/2026).
Beni menjelaskan, perbaikan pada ruas jalan lintas provinsi sebenarnya berada di bawah kewenangan Dinas PUPR Provinsi Aceh. Namun, atas dasar kebutuhan mendesak masyarakat dan potensi bahaya lalu lintas, pihak PUPR Aceh Barat mengambil inisiatif untuk melakukan penanganan darurat melalui metode patching (tambal sulam) pada titik-titik yang rusak parah demi untuk keselamatan pengguna jalan.
Pihaknya tidak menampik bahwa saat ini masih ditemukan banyak titik jalan yang rusak di sepanjang jalur provinsi, khususnya dari Kecamatan Kaway XVI hingga perbatasan Meulaboh – Pidie. Meski demikian, tim di lapangan secara berkala terus menyisir dan menutup lubang-lubang jalan tersebut.
Selain melakukan penanganan langsung di lapangan, PUPR Aceh Barat juga rutin berkoordinasi dengan pemerintah provinsi agar perbaikan secara permanen dan menyeluruh dapat segera direalisasikan.
”Setiap tahunnya kita selalu mengajukan permohonan kepada Dinas PUPR Aceh agar ruas jalan lintas provinsi yang mengalami kerusakan tersebut segera ditangani,” kata Beni
Intinya, kita tetap fokus menangani titik jalan yang rusak walaupun itu kewenangan provinsi, hal ini sesuai dengan arahan Bapak Bupati Aceh Barat dan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.
Ia menjelaskan penanganan jalan berlubang ini tidak hanya berfokus di pusat perkotaan seperti Kecamatan Johan Pahlawan saja, akan tetapi juga menjangkau seluruh wilayah kecamatan secara menyeluruh.
”Sejak April 2026 kita terus kebut perbaikan jalan berlubang dengan metode patching. Penanganan ini mencakup Kecamatan Meureubo, Samatiga, Arongan Lambalek, Woyla, Kaway XVI, hingga ke Sungai Mas di perbatasan Meulaboh – Pidie yang saat ini pengerjaannya masih terus berproses,” tutupnya
Penulis: Almanudar






