Banjarmasin, Metrozone.net –
Berbagai produk hasil karya Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin mulai menarik perhatian pengunjung. Dipajang di stan UMKM yang berada di depan Pintu Utama (P2U), produk-produk tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian kepada masyarakat, Selasa (3/11).
Beragam produk tersedia di stan tersebut, mulai dari kerajinan berbahan batok kelapa, kain dan produk bermotif sasirangan, makanan ringan, hingga telur asin. Setiap produk memiliki karakteristik tersendiri dan mencerminkan kreativitas serta keterampilan yang dikembangkan Warga Binaan selama mengikuti program pembinaan.
Ketika pengunjung datang ke Lapas, stan UMKM menjadi ruang bagi mereka untuk melihat lebih dekat hasil karya tersebut. Ketertarikan pengunjung terhadap produk yang ditawarkan menjadi dorongan tersendiri bagi Warga Binaan untuk terus menghasilkan karya yang berkualitas.
Kasi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa keberadaan stan UMKM menjadi salah satu sarana pemasaran produk hasil pembinaan sekaligus memperluas pengenalan karya Warga Binaan kepada masyarakat.
“Melalui stan ini, hasil karya Warga Binaan dapat diperkenalkan secara langsung kepada pengunjung. Kami terus mendorong peningkatan kualitas produk, baik dari segi kreativitas, kerapian, maupun manfaatnya, sehingga memiliki daya tarik dan nilai jual,” ujarnya.
Secara terpisah, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa apresiasi dan minat masyarakat terhadap produk Warga Binaan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian.
“Kami berharap produk yang dihasilkan Warga Binaan tidak hanya menjadi hasil kegiatan pembinaan, tetapi juga memiliki peluang untuk dipasarkan dan diterima masyarakat. Dukungan serta ketertarikan pengunjung menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan,” ungkapnya.
Bagi Warga Binaan, setiap produk yang mendapat perhatian dan diminati pengunjung memiliki arti tersendiri. Ada proses belajar, ketekunan, dan kreativitas yang tertuang dalam setiap karya. Melalui stan UMKM, hasil pembinaan tersebut mendapat kesempatan untuk dikenal lebih luas.
Keberadaan stan UMKM menjadi penghubung antara keterampilan yang dipelajari di dalam Lapas dengan kebutuhan masyarakat. Dari karya sederhana hingga produk yang memiliki nilai jual, Warga Binaan terus didorong untuk mengembangkan potensi sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)












