Lapas Banjarmasin Dorong Penguatan Iman Warga Binaan melalui Pelayanan GKE Eppata

Berita9 Dilihat

Banjarmasin, Metrozone.net –

Penguatan iman tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui kepedulian dan ketulusan dalam membantu sesama. Nilai tersebut menjadi pesan utama dalam pelayanan rohani yang diberikan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Eppata kepada Warga Binaan Kristiani di Gereja Oikumene Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Jumat (6/11).

Kegiatan diikuti seluruh Warga Binaan Kristiani bersama Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin. Pelayanan diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan khotbah yang disampaikan Pdt. Kinurung Maleh Maden, D.Th., dengan mengangkat firman Tuhan dari Kitab Perjanjian Baru, Efesus 2:8–10.

Dalam khotbahnya, Pdt. Kinurung mengingatkan bahwa keselamatan merupakan anugerah Tuhan melalui pengorbanan Yesus Kristus, bukan sesuatu yang diperoleh semata-mata karena pencapaian rohani manusia. Oleh karena itu, setiap orang diajak untuk senantiasa mengawali hari dengan ucapan syukur atas keselamatan yang telah diterima.

Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, dalam renungannya mengajak Warga Binaan untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan melalui perbuatan baik yang dilakukan dengan tulus.

“Jadilah perpanjangan tangan Tuhan di lingkungan sekitar secara tulus tanpa pamrih. Jangan mengharapkan pujian dari manusia ataupun menjadikan perbuatan baik sebagai sogokan kepada Tuhan. Lakukan semuanya atas dasar kasih,” pesannya.

Terpisah, Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pelayanan keagamaan merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan semakin memperkuat iman serta menerapkan nilai-nilai kasih, kepedulian, dan ketulusan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan kerohanian bukan hanya tentang menjalankan ibadah, tetapi juga bagaimana nilai-nilai keimanan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap Warga Binaan semakin memiliki kepedulian terhadap sesama, ketulusan, dan semangat untuk terus memperbaiki diri,” ujar Kalapas.

Salah seorang Warga Binaan berinisial AT mengungkapkan bahwa pesan dalam pelayanan tersebut menjadi pengingat untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama saudara seiman yang sedang menghadapi kesulitan.

“Kalau melihat ada saudara seiman yang mengalami kesulitan, saya mencoba menawarkan bantuan, baik melalui doa, meluangkan waktu, maupun materi sesuai kemampuan. Saya ingin bisa saling menguatkan,” ungkapnya.

Melalui pelayanan GKE Eppata ini, Lapas Banjarmasin terus memberikan ruang bagi Warga Binaan Kristiani untuk bertumbuh dalam iman sekaligus membangun kepedulian sosial. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh dalam ibadah tidak berhenti sebagai renungan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *