Lapas Banjarmasin Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Pelatihan Pembuatan Cookies

Berita15 Dilihat

Banjarmasin, Faktanews-com –

Mengembangkan keterampilan di bidang bakery menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Banjarmasin dalam membekali Warga Binaan dengan kemampuan produktif. Melalui kegiatan pembinaan kemandirian, Warga Binaan mengikuti praktik pembuatan cookies dengan tiga varian rasa, yakni original, keju, dan cokelat, Kamis (5/11).

Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah adonan, membentuk, hingga memanggang cookies. Proses ini menjadi kesempatan untuk mempelajari teknik dasar pembuatan produk bakery sekaligus melatih ketelitian dan konsistensi dalam menghasilkan produk.

Kegiatan yang didampingi Petugas Giatja, Aulia Rizki Utami, tersebut menghasilkan sekitar 20–40 toples cookies dalam setiap proses produksi. Variasi rasa yang dibuat juga memberikan pilihan produk yang dapat menarik minat konsumen.

Aulia Rizki Utami menyampaikan bahwa pembinaan bidang bakery tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga pada proses pembelajaran keterampilan yang dapat dikembangkan oleh Warga Binaan.

Salah seorang Warga Binaan berinisial B mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, praktik pembuatan cookies memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pengetahuan dalam mengolah bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

“Saya senang bisa belajar membuat cookies. Dari kegiatan ini, saya jadi tahu proses pembuatannya dan mengenal berbagai varian rasa. Mudah-mudahan keterampilan ini bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian bidang bakery merupakan salah satu bentuk pembekalan keterampilan yang diarahkan agar Warga Binaan memiliki kemampuan produktif dan peluang untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun keterampilan, kreativitas, dan kepercayaan diri yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarmasin terus mendorong pengembangan keterampilan di bidang pengolahan pangan sebagai bekal bagi Warga Binaan untuk membuka peluang usaha dan membangun kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan masa pembinaan. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *