Kuala Terengganu Jadi Inpirasi, Aceh Barat Siap Kembangkan Religi Berbasis Eduwisata

Berita49 Dilihat

KUALA TERENGGANU (Metrozone.net) – Pesona pariwisata religi yang diintegrasikan dengan nilai-nilai syariat Islam menjadikan Kuala Terengganu, Malaysia, sebagai sebuah rujukan penting di tingkat Asia. Keberhasilan ini menginspirasi Kabupaten Aceh Barat untuk mengadopsi model serupa, guna mengembangkan sektor pariwisata daerah yang berbasis eduwisata dan tetap memegang teguh identitas keislaman, Kamis (29/10-2026).

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Farm Trip yang dirangkai dengan Asian Youth Forum. Acara ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai negara di Asia, termasuk dua delegasi resmi serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Aceh Barat, Said Azmi.

​Dalam forum diskusi yang berlangsung hangat, tercetus gagasan strategis mengenai perlunya “perkawinan silang” budaya antarnegara. Mengingat Aceh memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan identitas keislaman yang kuat, Aceh Barat dinilai memiliki modal besar untuk tampil di panggung internasional.

​Delegasi Aceh Barat secara aktif memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mengajak pemuda lintas negara untuk berkunjung.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, tetapi juga merambah ke ranah pendidikan melalui ​program pertukaran pelajar, pertukaran guru, kolaborasi pemuda untuk memperkuat posisi Asia di kancah global

​”Terengganu dan Aceh punya benang merah yang sama, yaitu kekuatan nilai syariat dan budaya. Jika ini kita kawinkan dalam sebuah pertukaran budaya, kita bisa bicara lebih banyak di tingkat internasional,” ujar salah satu delegasi Aceh Barat.

​Rangkaian kegiatan Farm Trip yang dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pelaksana, Abah Azmi, mengajak para delegasi internasional untuk menyusuri berbagai ikon eduwisata unggulan di Terengganu.

Rombongan berkesempatan melihat langsung:
– ​Proses pembuatan di pusat batik tradisional
– ​Kemeriahan Pasar Payang yang legendaris
– Keunikan arsitektur Jembatan Angkat (Drawbridge)
– ​Pusat sains serta berbagai destinasi menarik lainnya.

​Agenda penutup kegiatan ditandai dengan jamuan makan bersama yang hangat di Warung TokMi, salah satu destinasi kuliner favorit di Kuala Terengganu, sebelum akhirnya seluruh peserta berpamitan.

​Komitmen Aceh Barat Mengembangkan Pariwisata Religi Berbasis Eduwisata

​Menanggapi pengalaman inspiratif selama di Malaysia, Kepala Disparpora Aceh Barat, Said Azmi, menyatakan komitmennya untuk mengadopsi berbagai praktik baik (best practices) dalam pengelolaan pariwisata di daerahnya.

​”Banyak hal yang menjadi edukasi dan pembelajaran bagi kami. Bagaimana Terengganu mengelola pariwisata religi yang tetap taat syariat tapi tetap ramah dan menarik bagi wisatawan mancanegara. Ini sangat relevan untuk kita terapkan di Aceh Barat,” ungkap Said Azmi.

​Melalui keikutsertaan dalam Asian Youth Forum ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap dapat membangun jembatan kolaborasi internasional yang berkelanjutan, sekaligus memajukan pariwisata berbasis syariah dan eduwisata yang berdaya saing global (**)

Editor: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *