Keterbatasan Anggaran, Pemkab Aceh Barat Hanya Mampu Bangun 2 Kilometer Jalan di Tahun 2027

MEULABOH (Metrozone.net) – Akibat keterbatasan anggaran daerah yang mengalami efisiensi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat dipastikan hanya mampu membangun jalan sepanjang 2 kilometer pada tahun anggaran 2027 mendatang.

​Kondisi ini disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., di sela-sela peninjauan lapangan pada Rabu (29/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Fadly Octora, serta Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi.

​Bupati Tarmizi tidak menampik bahwa saat ini masih banyak ruas jalan di wilayah Aceh Barat yang mengalami kerusakan dan sangat didorong oleh masyarakat untuk segera diperbaiki. Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah memaksa pemerintah untuk mengambil langkah skala prioritas.

​”Karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah akibat terjadinya efisiensi, pada tahun 2027 atau tahun depan kita hanya mampu membangun 2 kilometer jalan. Kebutuhan masyarakat memang banyak, tetapi pembangunan harus benar-benar kita prioritaskan sesuai dengan kebutuhan yang paling mendesak,” ujar Tarmizi.

​Ia menjelaskan, dengan alokasi pengerjaan fisik jalan yang kian terbatas, Pemkab Aceh Barat akan membagi titik pembangunan secara cermat di setiap kecamatan agar tercipta pemerataan dan tidak memicu kecemburuan sosial antarwilayah.

​”Karena anggaran tahun depan semakin kecil dan kita hanya mampu membangun sepanjang 2 kilometer, maka kita pilih titik yang menjadi prioritas masyarakat di setiap kecamatan. Tentu semuanya kita sesuaikan kembali dengan kemampuan keuangan daerah,” tambahnya.

​Untuk memastikan pengerjaan jalan tersebut tepat sasaran, Bupati bersama jajaran Dinas PUPR mengecek langsung kondisi infrastruktur di lapangan. Langkah ini diambil guna memverifikasi akses mana yang paling krusial bagi mobilitas publik.

​”Maka kami bersama Dinas PUPR turun langsung ke lapangan untuk memastikan mana yang benar-benar menjadi prioritas. Fokus utama kita adalah jalan penghubung dan ruas jalan utama yang dampaknya paling besar serta memberi manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *