Kerajinan Batok Kelapa Jadi Program Pembinaan Kemandirian di Lapas Banjarmasin

Berita29 Dilihat

Banjarmasin, Metrozone.net –

Batok kelapa yang kerap dipandang sebagai limbah memiliki peluang untuk diolah menjadi produk kerajinan bernilai guna. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, potensi tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya melalui proses kerja yang tekun.

Kegiatan pembuatan kerajinan dari batok kelapa berlangsung pada Kamis (15/10) di bawah program pembinaan kegiatan kerja (Giatja). Warga binaan mengolah bahan yang tersedia melalui tahapan pengerjaan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kreativitas agar dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan daya tarik.

Di balik proses pembuatannya, kegiatan ini bukan sekadar mengubah bahan sederhana menjadi kerajinan. Setiap tahapan menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk belajar bekerja dengan cermat, mengikuti proses produksi, serta memahami bahwa sebuah karya membutuhkan ketekunan hingga menghasilkan bentuk yang diharapkan.

Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian diarahkan untuk memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Kami ingin warga binaan memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan menjadi peluang produktif setelah kembali ke masyarakat. Kerajinan dari batok kelapa ini menjadi salah satu sarana untuk melatih kreativitas, membangun etos kerja, dan menumbuhkan kepercayaan diri melalui karya yang mereka hasilkan,” ujarnya.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Bagus Paras Etika, menjelaskan bahwa kegiatan kerajinan tersebut memberikan ruang bagi warga binaan untuk mempelajari proses pengolahan bahan serta meningkatkan keterampilan melalui praktik langsung.

“Dalam pembuatan kerajinan, ketelitian dan kesabaran sangat diperlukan agar bahan dapat diolah menjadi produk yang rapi dan bernilai guna. Melalui latihan yang berkelanjutan, kami mendorong warga binaan untuk terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang berpotensi dipasarkan,” jelasnya.

Pembinaan kerajinan dari batok kelapa menjadi salah satu upaya Lapas Banjarmasin dalam mengoptimalkan kegiatan kerja yang produktif. Selain memberikan pengalaman praktik, kegiatan ini juga membuka wawasan warga binaan mengenai pemanfaatan bahan sederhana menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Sebab, keterampilan tidak hanya lahir dari peralatan canggih atau bahan yang mahal. Dengan kemauan belajar, ketekunan, dan kesempatan yang tepat, bahan sederhana pun dapat menjadi awal dari sebuah karya, sekaligus bekal untuk menata kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *