MEULABOH (Metrozone.net) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Aceh Barat, H. Khairul Azhar, S.Ag., M.A., bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan ibadah shalat Jumat di Masjid Baitussalam, Gampong Cot Selamat, Kecamatan Samatiga, Jumat (3/7/2026).
Dalam khutbahnya, H. Khairul Azhar mengupas secara mendalam tentang amalan-amalan yang dapat mengantarkan seorang hamba menuju surga Allah SWT dalam satu majelis, sebagaimana yang pernah dipertanyakan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW, hingga kemudian turun wahyu Allah SWT dalam Al-Qur’an (di antaranya yang mengisahkan keteguhan iman dan ketaatan seperti dalam Surah As-Saffat).
Mengutip salah satu kitab tafsir, Khairul Azhar menjelaskan bahwa esensi dari kalimat “Amantu billah” (Aku beriman kepada Allah) tidak boleh hanya berhenti di lisan saja.
”Iman itu harus diucapkan dengan lisan, diyakini dalam hati, dan dibuktikan dalam wujud perbuatan nyata. Syariat Allah SWT wajib dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ibadah badaniyah yang paling utama, yaitu shalat lima waktu,” tegasnya di hadapan ratusan jemaah Jumat.
Beliau juga mengingatkan dampak buruk bagi mereka yang melalaikan perintah ini. Jika seorang hamba dengan sengaja enggan mendirikan shalat, maka Allah SWT akan mencabut keberkahan dari seluruh lini kehidupannya.
Selain ibadah fisik (badaniyah), Kakan Kemenag Aceh Barat ini juga menekankan pentingnya ibadah maliah (harta), seperti menunaikan zakat, berinfak, dan bersedekah. Menurutnya, zakat dan sedekah adalah instrumen penting untuk membersihkan harta dan membantu sesama.
”Apabila kita enggan dan kikir dalam mengeluarkan sebagian harta yang menjadi hak orang lain, maka tunggulah saatnya Allah SWT memberikan teguran. Cobaan berupa berbagai bala dan bencana bisa menimpakita akibat kelalaian tersebut,” ujarnya mengingatkan.
Di sisi lain, H. Khairul Azhar mengajak masyarakat untuk tidak meremehkan amalan-amalan kecil yang bersifat sosial dan humanis. Amalan harian seperti menebarkan salam dan saling bertegur sapa secara ramah antar sesama muslim merupakan pondasi kuat dalam menjaga ukhuwah Islamiyah.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa menegakkan syiar Islam di tengah masyarakat bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari ikhtiar kolektif untuk menyambung tongkat estafet keislaman kepada generasi penerus.
”Kita harus memastikan anak-cucu kita kelak tetap berada dalam bingkai syariat Islam yang kuat,” tambahnya.
Menutup khutbahnya, Khairul Azhar mengutip pesan Rasulullah SAW mengenai hakikat manusia terbaik, yaitu mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain (Khairunnas anfa’uhum linnas).
Beliau mengajak seluruh jemaah Masjid Baitussalam Gampong Cot Selamat untuk aktif mengambil peran dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di desa masing-masing, sehingga keberadaan setiap individu dapat membawa maslahat dan keberkahan bagi lingkungan sekitar.
(Almanudar)













