MEULABOH (Metrozone.net) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar Beut NU Warong Kupi, kali ini dalam edisi khusus menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan yang dikemas dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus media dakwah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, persatuan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Beut NU Warong Kupi edisi khusus kemerdekaan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Komandan Kodim (Dandim) 0105 Aceh Barat, yang diwakili oleh Danramil Kecamatan Woyla Barat Kapten Hermanto, serta Waled Harmen Nuriqmar, Pimpinan Dayah Buket Iqra Al-Haramain.
Kehadiran unsur TNI dan pimpinan dayah dalam satu forum menjadi simbol pentingnya sinergi antara ulama, umara, TNI dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta membangun kehidupan masyarakat yang religius, aman dan harmonis.
Ketua PCNU Aceh Barat, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, MA, menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan nikmat besar yang harus disyukuri dan diisi dengan kontribusi nyata. Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui seremoni dan perayaan, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk penguatan akhlak, pendidikan, persatuan, kepedulian sosial serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Para ulama dan santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, generasi hari ini harus melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara mengisi kemerdekaan melalui ilmu, akhlak, persatuan dan pengabdian,” ujar Khairul Azhar.
Ia menjelaskan, Beut NU Warong Kupi merupakan salah satu ikhtiar PCNU Aceh Barat menghadirkan dakwah di tengah masyarakat dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Warong kupi merupakan ruang perjumpaan masyarakat Aceh. Kita manfaatkan ruang ini sebagai tempat silaturahmi, berdiskusi dan belajar. Jadi masyarakat tidak hanya berkumpul untuk ngopi, tetapi juga mendapatkan ilmu dan penguatan nilai-nilai agama serta kebangsaan,” katanya.
Sementara itu, Kapten Hermanto, yang mewakili Dandim 0105 Aceh Barat, menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan dalam mengisi kemerdekaan. Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
Sinergi antara TNI, ulama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus membangun generasi yang memiliki rasa cinta tanah air.
Pada kesempatan yang sama, Waled Harmen Nuriqmar, Pimpinan Dayah Buket Iqra Al-Haramain, memberikan penguatan dari perspektif keislaman. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada agama, masyarakat dan bangsa.
Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air harus diwujudkan dengan menjaga persaudaraan, menghormati sesama, menjaga keamanan serta membangun generasi yang berilmu dan berakhlak.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diikuti oleh pengurus NU, ulama, unsur TNI, tokoh masyarakat, santri, pemuda serta masyarakat umum.
PCNU Aceh Barat berharap Beut NU Warong Kupi edisi khusus Kemerdekaan RI ke-81 dapat menjadi momentum untuk semakin mempererat hubungan antara ulama dan umara, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, serta meneguhkan komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan.
“Semoga dari warong kupi ini lahir gagasan-gagasan besar untuk umat dan bangsa. Kita ingin dakwah NU hadir di tengah masyarakat, menyatukan, mencerahkan dan memberikan manfaat,” pungkas Khairul Azhar.
Program Beut NU Warong Kupi sendiri telah menjadi salah satu agenda dakwah PCNU Aceh Barat yang dilaksanakannn secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Konsep tersebut memanfaatkan warung kopi sebagai ruang dakwah, silaturahmi dan edukasi keagamaan yang dekat dengan masyarakat (**)
(Almanudar)







