Ibadah GKKD di Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Kristiani Dikuatkan dengan Pesan Kasih Tuhan

Berita29 Dilihat

Banjarmasin, Metrozone.net –

Warga binaan Kristiani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin mengikuti ibadah rutin bulanan pelayanan Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Sabtu (24/10). Mengangkat tema “Berharga dan Mulia” yang bersumber dari Yesaya 43:4, ibadah ini menjadi kesempatan bagi jemaat untuk kembali menghayati kasih Tuhan dan menemukan penguatan dalam menjalani masa pembinaan.

Ibadah berlangsung melalui pujian dan penyembahan, dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan Pdt. Antonius Benyamin, S.Th. Pesan yang disampaikan menegaskan bahwa setiap manusia berharga, mulia, dan dikasihi Tuhan. Nilai diri tidak ditentukan oleh kesulitan hidup, kegagalan, maupun penilaian orang lain, melainkan oleh kasih dan penebusan-Nya.

Melalui renungan tersebut, warga binaan diajak untuk tidak kehilangan harapan ketika menghadapi persoalan hidup. Kasih Tuhan diharapkan menjadi sumber kekuatan untuk menjalani proses pembinaan, melakukan introspeksi diri, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, menyampaikan bahwa kesadaran akan kasih Tuhan hendaknya diwujudkan melalui sikap dan tindakan sehari-hari.

“Ketika menyadari bahwa diri kita dikasihi Tuhan, respons terbaik adalah membagikan kasih tersebut kepada orang lain. Karena itu, jagalah perkataan dan tindakan sehari-hari agar kita dapat menjadi saluran berkat, kekuatan, dan pengharapan bagi mereka yang sedang patah semangat,” ujar Erik.

Salah satu warga binaan Kristiani berinisial MS mengungkapkan bahwa pesan dalam ibadah tersebut menguatkan dirinya untuk tetap tenang dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Saya percaya Tuhan bersedia berkorban dan menjamin keselamatan hidup saya. Apa pun permasalahan yang saya hadapi, saya berusaha tetap tenang karena percaya Dia selalu menjaga dan sangat mengasihi saya,” ungkap MS.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian. Melalui kegiatan keagamaan, warga binaan diharapkan dapat memperkuat iman, membangun sikap positif, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.

“Kami mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan bagi seluruh warga binaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Kami berharap pembinaan rohani ini menjadi sumber penguatan, menumbuhkan harapan, dan mendorong warga binaan untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” tegas Kalapas.

Melalui ibadah rutin bulanan ini, Lapas Banjarmasin terus mendukung pembinaan rohani warga binaan Kristiani. Pesan tentang kasih Tuhan diharapkan tidak hanya menjadi penguatan selama beribadah, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan lapas maupun ketika kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *