Gelorakan Semangat Jihad dan Cinta Tanah Air, Santri Muncar Gelar Apel dan Kirab Akbar Hari Santri Nasional 2026

TNI/Polri14 Dilihat

Banyuwangi, Metrozone.net- Semangat religius dan nasionalisme menggema di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Para santri berkumpul di RTH Lapangan Untung Suropati, Desa Tembokrejo, Kamis (22/10/2026), untuk mengikuti Apel dan Kirab Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, kecintaan terhadap tanah air, serta meneladani perjuangan para ulama dan santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Turut hadir Camat Muncar Ainur Rofik, Kapolsek Muncar Kompol Hartanto, Danposal Muncar Lettu Laut (P) Sugiono, Peltu Sugiharto mewakili Danramil 0825/17 Muncar, Ketua MWC NU Muncar Ustaz Hanif Romadhan Efendi, S.Ag., KH Hasyim Fikri selaku Rais Syuriah, para kepala desa se-Kecamatan Muncar, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

TNI Bersama Ulama dan Santri, Perkuat Persatuan Bangsa
Kehadiran Peltu Sugiharto mewakili Danramil 0825/17 Muncar menjadi wujud dukungan TNI AD terhadap kegiatan keagamaan sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Melalui momentum Hari Santri Nasional, Koramil 0825/17 Muncar terus mendukung terjalinnya hubungan harmonis antara TNI, ulama, santri, dan seluruh elemen masyarakat.

Sinergitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta menumbuhkan kesadaran generasi muda akan tanggung jawabnya dalam menjaga bangsa dan negara.

Kirab Akbar, Simbol Semangat Santri Menjaga Negeri
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan persiapan peserta, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon, serta lagu Hari Santri.

Suasana semakin khidmat saat Ketua MWC NU Muncar menyampaikan sambutan, dilanjutkan pembacaan doa bersama.
Tepat pukul 07.36 WIB, peserta Kirab Akbar diberangkatkan sebagai bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Kirab tersebut menjadi simbol kebersamaan dan semangat para santri dalam meneruskan nilai-nilai perjuangan, menjaga persatuan, serta mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama unsur Forkopimka, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa semangat perjuangan para santri harus terus hidup dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan membangun Indonesia yang lebih kuat.

Editor: 5093N9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *