Gandeng Kitabisa, Satgas PRR Bangun Kembali SDN Alue Lhok Aceh Barat Pasca-Bencana

Daerah47 Dilihat

MEULABOH (Metrozone.net) – Satuan Tugas Pemulihan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi (Satgas PRR) berkolaborasi dengan platform penggalangan dana Kitabisa untuk membangun kembali Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alue Lhok di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, yang terdampak bencana alam.

​Kepastian pemulihan fasilitas pendidikan tersebut ditandai dengan peninjauan langsung lokasi sasaran oleh Kepala Perencanaan dan Pengendalian Posko Nasional Satgas PRR, Brigjen TNI Andre Julian, pada Rabu (30/9/2026).

Dalam kunjungan kerja ini, ia didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud), Sekretaris Dinas PUPR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat.

​Selain meninjau tapak pembangunan SDN Alue Lhok, tim gabungan turut mengevaluasi kondisi infrastruktur pendukung di wilayah terdampak, termasuk tanggul sungai dan jembatan di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen.

​Brigjen TNI Andre Julian menjelaskan bahwa proyek rekonstruksi gedung baru SDN Alue Lhok sepenuhnya mengandalkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Kitabisa senilai Rp1,5 miliar, tanpa membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk membiayai pembangunan enam ruang kelas, satu toilet siswa, serta satu toilet guru.

​”Ke depan nanti akan bertahap. Dinas Pendidikan akan mengajukan kelengkapan-kelengkapan sekolahnya, seperti pagar, kantor guru, dan mungkin lapangan kecil untuk olahraga,” ujar Andre

​Ia menambahkan, pemerintah terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat maupun sektor swasta dalam mempercepat pemulihan pasca-bencana di berbagai wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Aceh Barat.

​Pihaknya menargetkan fisik bangunan dapat rampung dalam beberapa bulan ke depan agar fungsi layanan pendidikan segera pulih.

​”Kalau sesuai dengan apa yang direncanakan, pertengahan Desember 2026 ini mungkin sudah bisa kita operasionalkan. Mudah-mudahan tidak ada faktor lain yang membuat lambat, misalnya kendala cuaca,” jelasnya.

​Pada kesempatan yang sama, Kadisdikbud Aceh Barat, Irwan, mengungkapkan bahwa lahan yang dialokasikan untuk tapak bangunan sekolah baru tersebut merupakan hibah langsung dari pemerintah desa setempat. Lahan relokasi ini disiapkan agar kegiatan belajar mengajar nantinya berada di zona yang lebih aman dari ancaman bencana berulang.

​”Untuk sementara ini, karena sifat bantuannya masih bertahap, kita prioritaskan fasilitas ruang kelas utama yang mampu menampung seluruh siswa SDN Alue Lhok yang berjumlah 56 orang di lokasi relokasi sekarang ini,” kata Irwan.

​Irwan optimistis pengerjaan gedung baru SDN Alue Lhok berjalan tepat waktu. Ia menargetkan bangunan tersebut sudah dapat difungsikan secara penuh oleh para siswa dan tenaga pengajar saat memasuki semester baru pada Januari 2027 mendatang (*)

Editor: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *