Dukung UMKM dan Wisata Batee Puteh, PUPR Aceh Barat Tingkatkan Akses Jalan Samudra II Meulaboh

MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan peningkatan ruas Jalan Samudra II di Gampong Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, menjadi jalan aspal setelah sekian lama rusak akibat hantaman tsunami 2004 silam.

​Sebelum tersentuh perbaikan, kondisi jalan di tepi pesisir pantai ini sangat memprihatinkan. Badan jalan hanya berupa hamparan kerikil dengan lubang di berbagai titik, sehingga mengganggu mobilitas warga serta sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Padahal, jalur di pusat Kota Meulaboh ini merupakan akses vital bagi masyarakat setempat. Selain akses jalan menuju wisata tugu Teuku Umar Batee Puteh, status jalan ini diharapkan mampu mendongkrak denyut ekonomi bagi pelaku UMKM dan pariwisata setempat.

Kawasan ini merupakan jalur utama menuju destinasi wisata sejarah dan religi, Tugu Teuku Umar (Kupiah Meuketop) Batee Puteh, yang selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah, serta kerap menjadi lokasi agenda resmi pemerintah daerah.

​Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan peningkatan ruas jalan Samudra II di Gampong Ujong Kalak ini merupakan prioritas pemerintah daerah, mengingat akses jalan ini selalu ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan lokal dan luar daerah.

​”Alhamdulillah, tahun ini ruas jalan Samudera II di Gampong Ujong Kalak kita tingkatkan menjadi jalan aspal. Jalur ini sangat vital karena menuju destinasi wisata Tugu Teuku Umar Batee Puteh yang saat ini ramai dikunjungi wisatawan. Selain itu, kawasan ini juga menjadi pusat bagi para pelaku UMKM yang mencari nafkah,” ujar Beni Hardi, Kamis (2/7/2026).

Beni menjelaskan ​proyek pengerjaan jalan ini bersumber dari dana daerah dan mendapat pengawalan ketat agar selesai tepat waktu serta pekerjaan memenuhi standar kualitas sesuai kontrak.

Proyek ini, kata dia, dikerjakan oleh rekanan CV Takusangka Jaya dengan pagu anggaran sebesar Rp646.116.000,- yang bersumber dari DAU tahun 2026, dengan panjang 250 meter aspal dan diharapkan selesai di bulan November 2026.

Saat ini, sebut Beni, pihak rekanan sedang memacu progres di lapangan yang telah memasuki tahap pengerasan kerikil dan nantinya setelah tahapan teknis semua selesai dilakukan, baru akan dilakukan pengaspalan.

Pengerjaan jalan ini mendapatkan pendampingan hukum langsung dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dan memastikan proyek berjalan sesuai regulasi.

Pengerjaan jalan ini mendapatkan pendampingan hukum langsung dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat. Langkah preventif ini diambil demi memastikan mutu aspal terjaga dengan baik dan mencegah munculnya permasalahan hukum di kemudian hari,” tambahnya

​”Harapan kita, dengan adanya peningkatan ruas jalan menjadi aspal ini, selain memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang berwisata ke Batee Puteh, juga dapat berdampak langsung dalam mendukung kemajuan pelaku UMKM yang berjualan di sepanjang jalur tersebut,” tutup Beni.

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *