Dukung Pertumbuhan Ekonomi, ForBina Ajak Semua Pihak Bersinergi Dorong Investasi Sehat di Aceh Barat

Meulaboh (Metrozone.net) – Forum Bina Investasi Aceh (ForBina) mengajak seluruh elemen masyarakat, pemangku kebijakan, dan sektor swasta untuk menyamakan persepsi dalam mendukung peningkatan investasi di daerah. Sinergi ini dinilai mendesak guna memecahkan kebuntuan ekonomi di tengah keterbatasan anggaran daerah yang terjadi saat ini.

​Koordinator ForBina Aceh Barat dan Nagan Raya, T. Ediman Syahputra, SH, menyatakan bahwa pemahaman yang utuh mengenai fungsi investasi sangat diperlukan agar tidak ada resistensi yang menghambat kemajuan daerah. Menurutnya, investasi bukan sekadar masuknya modal, melainkan motor penggerak utama untuk membuka isolasi ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

​Dalam keterangannya, Ediman menggarisbawahi tantangan berat yang dihadapi pemerintah daerah saat ini. Kondisi anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten (APBK) yang semakin terbatas, ditambah dengan menyempitnya lapangan pekerjaan, menuntut adanya terobosan nyata.

Pemerintah daerah tidak bisa lagi hanya bergantung pada dana transfer pusat, melainkan harus agresif menghidupkan sektor riil.
​“Aceh Barat harus bergerak maju, harus berani berubah untuk kesejahteraan masyarakat. Kita bisa lihat di daerah dan negara lain, investasi salah satu faktor utama kemajuan suatu bangsa atau daerah. Maka semua pihak harus mendorong adanya investasi yang menguntungkan bagi masyarakat dan daerah,” ujar Ediman,” Sabtu (16/5-2026)

​Ia menilai, investasi merupakan instrumen paling rasional saat ini untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika sektor riil bergerak, dampak turunannya (multiplier effect) akan langsung menyentuh masyarakat bawah, termasuk menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi bantalan ekonomi warga.

​Ediman mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan di Aceh Barat tidak terlena dengan pola lama. Ketika daerah-daerah lain di Indonesia berlomba-lomba memberikan kemudahan dan karpet merah bagi investor, Aceh Barat tidak boleh jalan di tempat.

​“Kita akan terus tertinggal jika sektor riil jalan di tempat. Daerah lain sudah jauh bergerak maju dan begitu gencar bergerak di berbagai bidang investasi,” kata Ediman

​Meski demikian, ForBina menggarisbawahi bahwa investasi yang didukung adalah investasi yang memiliki legalitas hukum yang jelas. Hal ini penting agar kontribusi terhadap PAD bersifat riil dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memudahkan pemerintah dan masyarakat dalam melakukan pengawasan.

​Kendati mendorong percepatan masuknya modal, ForBina memberikan catatan kritis yang tidak boleh ditawar oleh para investor yakni pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan ruang hidup masyarakat.

​Ediman menegaskan bahwa seluruh aktivitas investasi di Kabupaten Aceh Barat wajib tunduk pada regulasi lingkungan hidup serta menghormati nilai-nilai sosial budaya dan kearifan lokal. Sinergi antara kesejahteraan ekonomi dan kelestarian alam adalah harga mati.

​“Kami mendukung investasi yang sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Investasi harus tetap memperhatikan pelestarian lingkungan, menjaga kearifan lokal, serta melindungi berbagai situs dan peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Aceh Barat,” tegasnya

​Menurutnya, semua aturan mengenai perlindungan lingkungan dan budaya sudah tertuang jelas dalam regulasi investasi nasional maupun daerah. Tantangan terbesar saat ini tinggal pada komitmen implementasi dan konsistensi pengawalan di lapangan oleh instansi terkait.

ForBina berharap investasi yang masuk ke Aceh Barat tidak menjadi “menara gading” yang hanya menguntungkan segelintir pihak. Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat lokal, terutama dalam mengatasi angka pengangguran terbuka di kalangan generasi muda.

​“Kami berharap investasi ini benar-benar membuka peluang usaha baru dan lapangan kerja baru bagi pemuda-pemudi Aceh Barat. Dengan begitu, kesejahteraan ekonomi meningkat dan percepatan pembangunan daerah dapat terwujud secara merata di seluruh wilayah,” pungkas Ediman.

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *