Meulaboh (Metrozone.net) – Sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap dunia pendidikan dan pelestarian budaya, mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama satu hari di MTs Harapan Bangsa Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (16/5-2026)
Kegiatan pengabdian langsung ini dikemas secara interaktif melalui Pelatihan Konten Kreatif dengan mengangkat tema menarik, yakni “OOTD Berbatik: Tampil Keren dan Berbudaya” (Outfit Of The Day). Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh 45 siswa-siswi madrasah setempat yang berasal dari berbagai kelas.
Ketua Panitia Pelaksana, Arief, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengenalan batik sejak dini merupakan sebuah keniscayaan. Menurutnya, batik adalah warisan leluhur yang harus tetap dijaga eksistensinya di tengah gempuran tren modern.
”Pengenalan batik sejak dini ini sangat penting karena ini adalah warisan budaya Indonesia yang tetap harus kita lestarikan. Kegiatan ini sekaligus sebagai bentuk penyadaran dan edukasi berbasis kultural kedaerahan Indonesia. Perlu kita ingat bersama, warisan budaya tersebut harus tetap eksis di era digital yang penuh tantangan ini,” ujar Arief
Kehadiran para mahasiswa FISIP UTU ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala MTs Harapan Bangsa, Suandi, yang diwakili oleh Irawati, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif cerdas para mahasiswa dalam mengawinkan unsur budaya dan kreativitas digital.
”Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Batik adalah salah satu aset budaya nasional yang berharga. Aset ini harus tetap mendapat atensi khusus, harus dipertahankan, dan dijaga dengan baik. Melalui pelatihan ini, kita berharap Generasi Z (Gen Z) saat ini menjadi lebih familiar dengan batik, yang bukan hanya sekadar pakaian khas untuk momentum tertentu, tetapi juga bagian dari identitas mereka,” tutur Irawati.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, 45 siswa peserta juga diajak langsung melakukan praktik pembuatan konten kreatif (Content Creative). Di bawah bimbingan para mahasiswa, para siswa belajar menyusun konsep, mengambil gambar, hingga menghasilkan frame video bertemakan OOTD batik yang estetis dan menarik untuk media sosial.
Melalui praktik ini, para siswa diajarkan bagaimana memanfaatkan teknologi gawai secara positif untuk mempromosikan kearifan lokal.
Kegiatan pengabdian ini berlangsung dinamis dengan kehadiran 25 mahasiswa Ilmu Komunikasi UTU yang bertindak sebagai fasilitator dan mentor. Aksi nyata mahasiswa ini juga didampingi langsung oleh tiga orang dosen pengampu program studi setempat, guna memastikan esensi edukasi dan nilai pengabdian berjalan secara optimal.
(Almanudar)







