Meulaboh (Metrozone.net) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat mengambil langkah strategis untuk mengatasi ancaman longsor yang kerap memutus akses di Kecamatan Woyla Timur. Sebagai solusi permanen, tim teknis mulai membangun trase jalan baru sepanjang 300 meter di Gampong Pasi Ara Wt kecamatan setempat
Langkah ini diambil menyusul cuaca buruk yang memperparah kondisi geografis di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil survei di lapangan, kerusakan infrastruktur di titik ini dipicu oleh faktor alam yang cukup kompleks.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, menjelaskan bahwa pihaknya kini memfokuskan penanganan pada penyiapan trase jalan baru yang berada di sisi atas.
Keputusan ini diambil mengingat kondisi tebing sungai yang terus mengalami patahan hebat.
Erosi yang terjadi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Woyla telah menyebabkan luasan longsor kian melebar dan tidak terkendali. Jika tetap mempertahankan jalur lama yang berada di pinggir sungai, risiko jalan amblas akan selalu mengintai.
”Mengingat longsoran dan patahan tebing sungai yang terjadi terus-menerus akibat erosi DAS Krueng Woyla, serta luasan dampak longsor yang cukup luas, maka penanganan kini kita fokuskan sepenuhnya pada penyiapan trase jalan baru atau jalur atas,” ujar Beni Hardi, Selasa (5/5/2026).
Beni menambahkan bahwa upaya perbaikan pada badan jalan lama sudah tidak lagi efektif dan dinilai sebagai langkah yang sia-sia secara teknis. ”Terhadap jalan lama sangat berisiko jika kita tangani lagi. Longsor terjadi secara terus-menerus di sana karena labilnya struktur tanah akibat gerusan air sungai. Jika dipaksakan, penanganan hanya akan menjadi sia-sia,” terangnya
Ia menjelaskan pembangunan trase baru sepanjang 300 meter ini melibatkan rekayasa teknis yang matang untuk memastikan ketahanan jangka panjang.kita akan memangkas ketinggian bukit pada trase baru sedalam 4 hingga 6 meter guna menciptakan kemiringan yang stabil.
“Pembangunan saluran air di sisi tebing gunung untuk memastikan air hujan tidak meresap ke dalam tanah yang dapat memicu longsor susulan. Setelah lahan terbentuk, akan dilakukan penimbunan kerikil agar jalan segera fungsional dan aman dilalui kendaraan,” kata Beni
Guna mengejar target, kata dia, pihaknya akan mengerahkan dua unit alat berat kelokasi yakni satu excavator dan satu unit dozer. Alat berat ini akan bekerja simultan untuk membelah medan perbukitan dan menata saluran pembuangan air.
”Target kita adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat Gampong Pasi Ara Wt melalui infrastruktur yang permanen dan jauh dari titik rawan erosi sungai,” tambahnya
“Kami berharap dengan dialihkannya akses ke jalur atas yang lebih stabil, akses warga di Woyla Timur akan lancar dan tidak lagi terganggu oleh ancaman abrasi sungai maupun tanah longsor,” ujar Beni
Penulis: Almanudar







