Dinamika Sosial dan Partisipasi Warga: Studi Lapangan Mahasiswa Sosiologi Pada Musdes Gampong Ujong Drien

Daerah41 Dilihat

MEULABOH (Metrozone.net) – Pembelajaran ilmu sosiologi tidak hanya berkutat pada teori di dalam ruang kuliah, tetapi juga diuji secara nyata melalui interaksi sosial masyarakat. Hal tersebut ditunjukkan oleh 11 mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar (FISIP UTU) kelompok Nabila MK dkk saat melakukan studi lapangan pada Musyawarah Desa (Musdes) Penyusunan RKPG Tahun 2027 di Gampong Ujong Drien, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 17.00 WIB ini menjadi ruang amatan akademik bagi para mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana dinamika sosial, relasi kuasa, dan tingkat partisipasi warga bekerja dalam proses perumusan kebijakan gampong.

Musdes dipimpin oleh Wakil Ketua Tuha Peut Gampong Ujong Drien, Sopar Sinambela, mewakili tugas Ketua Tuha Peut T.A. Hadi, B.A. yang sedang menunaikan ibadah umrah di Mekkah.

Forum demokratis ini dihadiri oleh 57 peserta yang merepresentasikan berbagai struktur sosial masyarakat gampong.
Kehadiran elemen pemerintahan dan lembaga gampong bersanding dengan keterlibatan aktif kelompok strategis warga, antara lain:
Perwakilan Camat dan Pendamping Desa, Kecamatan Meureubo, Babinsa Koramil Meureubo (Kopka Dermawan), Keuchik beserta jajaran sparatur gampong, Unsur Ulama dan Tokoh Agama, Pengurus TP-PKK Gampong, Tokoh Pemuda dan Tokoh Nelayan, Keujruen Blang serta keterwakilan Kelompok Tani
Warga masyarakat lokal

Melalui pengamatan lapangan, mahasiswa FISIP UTU menyaksikan dialog interaktif antar-elemen warga dalam menyuarakan kebutuhan pembangunan. Keterlibatan sektor pertanian, kelautan, kepemudaan, hingga keterwakilan perempuan dalam forum ini memperlihatkan pola partisipasi publik yang inklusif di tingkat lokal.

Musdes tersebut akhirnya membuahkan kesepakatan berupa 14 rekomendasi kegiatan untuk RKPG 2027. Keputusan tersebut mencakup 8 kegiatan lanjutan dari program 2026 yang belum terealisasi serta 6 kegiatan usulan baru yang lahir dari aspirasi warga.

Studi lapangan ini memberi pengalaman berharga bagi mahasiswa Sosiologi UTU dalam memahami integrasi antara struktur sosial, lembaga adat/gampong, dan keterlibatan masyarakat (civic engagement) dalam mengawal pembangunan desa yang berkeadilan. Kegiatan musyawarah pun berakhir pada pukul 17.00 WIB dalam suasana hangat dan kondusif. (*)

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *