Meulaboh (Metrozone.net) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Barat berkomitmen dalam membangun kreativitas generasi muda melalui program “Dekranasda Masuk Sekolah” yang kali ini digelar di SMA Negeri 1 Panton Reu. Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus motivasi bagi pelajar untuk mengenal dan mengembangkan potensi produk lokal berbasis sumber daya daerah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Aceh Barat Ny. Afrinda Novaliq, SE, MM yang mengangkat tema “Kreativitas Pelajar dalam Mengembangkan Produk Lokal”.
Ia menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan kerajinan daerah agar tidak hanya lestari, tetapi juga mampu berkembang menjadi produk unggulan bernilai ekonomi.
“Pelajar hari ini adalah generasi kreatif masa depan. Potensi lokal yang ada di sekitar kita harus mampu diolah menjadi peluang usaha yang inovatif dan bernilai jual,” ujarnya
Ia juga mengajak para pelajar untuk mulai membangun pola pikir kreatif dan berani berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya alam di lingkungan sekitar sebagai inspirasi produk usaha di masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Dekranasda , sebut Ny. Afrinda, menghadirkan edukasi kerajinan anyaman eceng gondok dengan menghadirkan narasumber Cut Afni Zahara, pemilik usaha EG Craft. Para siswa diperkenalkan pada proses pengolahan eceng gondok menjadi berbagai produk kerajinan bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Dikatakannya, Mulai dari proses pengeringan bahan baku, teknik dasar pengolahan, hingga praktik anyaman sederhana dijelaskan secara langsung kepada peserta. Materi yang disampaikan tidak hanya membuka wawasan siswa tentang potensi limbah tanaman air, tetapi juga menginspirasi mereka untuk melihat peluang usaha kreatif dari bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, pungkas Afrinda.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti sesi diskusi, mengajukan pertanyaan, hingga terlibat dalam praktik sederhana bersama narasumber. Untuk menambah semangat peserta, panitia turut menyediakan berbagai doorprize bagi siswa yang aktif berpartisipasi dan berhasil menjawab pertanyaan selama kegiatan berlangsung.
Melalui program ini, Dekranasda Aceh Barat berharap para pelajar semakin mengenal kekayaan kerajinan lokal dan terdorong untuk terus berkarya serta menciptakan inovasi produk kreatif. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pelestarian budaya daerah, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal.
(Almanudar)







