Danramil 0825/20 Songgon Pimpin Gempuran di Hari ke-16 Bangun Jembatan Perintis Garuda di Sungai Binau

Banyuwangi, Metrozone.net- Sekitar Pukul 07.00 WIB, kawasan Dusun Krajan, Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, kembali riuh oleh dentingan besi dan komando lantang di pinggir Sungai Binau. Komandan Koramil 0825/20 Songgon.

Kapten Kav Andoko, dengan tegas memimpin apel bersama sebelum menggerakkan pasukannya pada hari ke-16 Karya Bakti TNI Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III Kodim 0825/Banyuwangi. Tak ada jeda, tak ada kompromi. Pagi itu, semangat prajurit menyatu dengan tekad warga dalam satu niat: menuntaskan apa yang sudah dimulai.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan kondusif ini dihadiri oleh jajaran lengkap unsur TNI Kodim 0825/Banyuwangi mulai dari Bati Bakti TNI, Anggota Sibang Kodim, hingga personel gabungan dari Koramil 0825/08 Srono, 0825/12 Rogojampi, 0825/13 Singojuruh, 0825/14 Kabat, dan 0825/19 Sempu.

Bahu-membahu bersama mereka, warga Dusun Krajan dan Dusun Gumukcandi turun ke lapangan tanpa diminta dua kali cerminan kepercayaan rakyat yang tak bisa dibeli dengan anggaran mana pun.

Pada hari ke-16 ini, pekerjaan masuk ke tahap teknis yang menuntut presisi tinggi. Tim prajurit dan tenaga ahli berfokus pada empat lini pekerjaan sekaligus: pengelasan angkur sebagai tulang kunci struktur jembatan, pengurugan tanah kembali pada pondasi footplat, penggalian tanah untuk pondasi berikutnya, serta perakitan besi sebagai kerangka utama yang kelak memikul beban penyeberangan ribuan warga.

Kapten Kav Andoko turun memantau langsung setiap titik pekerjaan memastikan standar konstruksi tidak bergeser sejengkal pun dari rencana teknis yang telah ditetapkan.

Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar bangunan beton dan besi. Ia adalah nadi baru bagi warga Dusun Krajan dan Gumukcandi yang selama ini harus memutar jauh hanya untuk mencapai puskesmas, pasar tradisional, sekolah, maupun kebun mereka sendiri.

Ketika kelak jembatan ini berdiri kokoh membelah Sungai Binau, setiap langkah kaki warga di atasnya adalah bukti nyata bahwa TNI hadir bukan untuk sekadar dilihat melainkan untuk benar-benar dirasakan manfaatnya.

Hari ke-16 ini berjalan tertib, lancar, dan aman. Masih ada hari-hari berikutnya, dan Kapten Andoko memastikan semangatnya tidak akan padam sebelum jembatan itu selesai sempurna.

Editor: 5093N9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *