Cuaca Ekstrem Melanda Aceh Barat: Rumah dan Tempat Usaha di Tiga Kecamatan Porak-Poranda Tertimpa Pohon Tumbang

​Meulaboh (Metrozone.net) – Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Barat pada Rabu sore (20/5/2026) pukul 16.50 wib memicu bencana alam berskala serealistis.

Akibat Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah pohon bertumbangan dan menimpa pemukiman serta tempat usaha warga di beberapa kecamatan.

​Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, T. Ronal Nehdiansyah, mengonfirmasi bahwa rentetan peristiwa ini terjadi secara hampir bersamaan akibat tingginya intensitas hujan dan buruknya cuaca sejak sore hari.

​”Benar, angin kencang sore tadi memicu pohon tumbang di beberapa titik kritis. Tim piket Pusdalops dan regu pemadam langsung kita kerahkan ke lapangan begitu menerima laporan dari masyarakat,” kata T. Ronal saat dikonfirmasi, Rabu malam (20/5-2026)

​Meskipun intensitas kerusakan fisik tergolong masif di beberapa gampong, Ronal memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini.

​Berdasarkan laporan mutakhir yang dihimpun tim di lapangan, kata Ronal, dampak kerusakan tersebar di Kecamatan Samatiga, Sungai Mas, dan Woyla.

​Di Kecamatan Woyla, kerusakan cukup parah menimpa rumah milik Sdr. Usman Fauji di Gampong Pasi Birah. Rumahnya mengalami kerusakan berat di bagian atap setelah tertimpa pohon besar, yang mengakibatkan sedikitnya 35 lembar seng rusak total dan terlepas dari rangka atap.

Masih di kecamatan yang sama, tepatnya di Gampong Kuala Bhe, satu unit tempat usaha perabotan milik Ibu Yulina juga mengalami kerusakan akibat hantaman pohon tumbang.

​Sementara itu di Kecamatan Sungai Mas, hantaman pohon terjadi di dua titik. Di Gampong Gleng, sebatang pohon kelapa tumbang dan menghancurkan bagian dapur rumah milik Sdr. Syamaun Abdullah. Tidak lama berselang, di Dusun Tgk Muda Mahmud, Desa Kajeung, pohon durian berukuran besar juga tumbang menimpa rumah Sdr. Tgk Zulkarnain.

​Untuk Kecamatan Samatiga, dampak pohon tumbang dilaporkan mengenai rumah Ibu Sufriyati. Beruntung, warga setempat langsung bergerak cepat secara swadaya.

Ronal menyebutkan ​pembersihan material pohon di lokasi-lokasi kritis langsung diprioritaskan oleh otoritas terkait. Untuk penanganan di Gampong Pasi Birah (Woyla), sebanyak 7 personel dari Petugas Piket Regu 3 BPBD Pos Damkar Woyla dikerahkan ke lokasi dengan peralatan lengkap. Petugas berhasil memotong dan mengevakuasi batang pohon besar yang menjebol atap rumah Usman Fauji.

​Di tempat lain, solidaritas warga terlihat di Kecamatan Samatiga. Evakuasi dan pembersihan sisa material pohon di rumah Ibu Sufriyati berhasil dituntaskan malam ini berkat aksi gotong royong masyarakat setempat.

​Sedangkan untuk lokasi di Gampong Sipot (rumah Sdr. Fauzan), Gampong Kuala Bhe, dan Desa Kajeung, pihak BPBD terus melakukan pemantauan situasi secara visual sembari berkoordinasi intensif dengan aparatur gampong setempat guna penanganan lanjutan.

​Saat ini, jelas Ronal, para korban yang atap rumahnya rusak parah sangat membutuhkan bantuan darurat fisik guna mengantisipasi hujan susulan.

​”Kebutuhan mendesak warga saat ini adalah bantuan hunian darurat seperti terpal dan seng untuk perbaikan cepat atap. Kami juga sedang berkoordinasi intensif dengan Dinas Sosial Aceh Barat untuk penyaluran bantuan logistik dasar bagi korban terdampak,” tambah T. Ronal Nehdiansyah.

​Pihak BPBD mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh Barat agar tetap waspada, mengingat kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir cenderung fluktuatif dan ekstrem. Warga yang memiliki pohon besar di dekat rumah disarankan untuk melakukan pemangkasan secara berkala demi menghindari potensi bahaya serupa.

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed