Bupati Tarmizi dan Ulama Bahas Kelestarian Lingkungan dalam Mudab Akbar ke-4 dan Istighatsah Kubra

MEULABOH (Metrozone.net) – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH menghadiri Mubahatsah Ulama Dayah Aceh Barat (Mudab) ke-4 sekaligus Istighatsah Kubra dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan yang mengusung tema “Menjaga Lingkungan Menurut Perspektif Islam” ini berlangsung di Dayah Madinatuddiniyah Al Munawwarah, Desa Marek, Kecamatan Kaway XVI, Sabtu (22/8/2026).

​Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, Abu H. Faisal Ali, hadir langsung sebagai pemateri utama untuk memaparkan pandangan hukum Islam terkait kelestarian alam dan lingkungan.
​Sinergi Ulama dan Umara

​Dalam sambutannya, Bupati Tarmizi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Ketua MPU Aceh. Ia menegaskan bahwa Mudab Akbar bukan sekadar forum pembahasan hukum Islam, melainkan momentum krusial untuk mempererat silaturahmi antara ulama dan umara (pemerintah).

​”Masyarakat akan semakin bersemangat ketika melihat bersatunya ulama dan umara. Di Aceh Barat, kami sebagai pemimpin tetap memegang prinsip sami’na wa atho’na kepada para ulama. Setiap langkah strategis demi kebaikan daerah selalu kami koordinasikan dan musyawarahkan terlebih dahulu,” ujar Tarmizi.

​Tarmizi menguraikan sejumlah tantangan berat yang dihadapi daerah saat ini, di antaranya ​maraknya peredaran narkoba, judi online, LGBT, dan aliran sesat, dampak negatif media sosial yang minim kontrol serta sikap apatis atau ketidakpedulian sebagian masyarakat terhadap ancaman sosial tersebut.

​Menjawab tantangan tersebut, kata Tarmizi, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menyiapkan langkah strategis melalui Instruksi Bupati, seperti penguatan Majelis Taklim dari tingkat gampong hingga kabupaten, penggalangan program Magrib Mengaji, serta pembentukan Satgas Pageu Gampong. Seluruh program ini membutuhkan dukungan penuh dari pimpinan dayah dan ulama setempat,” katanya

​Ketua Panitia Mudab, Abucek H. Arifin Idris, menjelaskan alasan di baliknya pemilihan tema lingkungan pada gelaran tahun ini. Menurutnya, ulama Aceh Barat merasa terpanggil melihat kondisi alam yang kian memprihatinkan akibat maraknya kerusakan lingkungan.

​”Tema ini diangkat murni untuk memperjelas hukum Islam dalam menjaga lingkungan. Melestarikan alam adalah kewajiban bersama agar masyarakat dapat beribadah kepada Allah dengan aman dan nyaman,” pungkas Arifin.

​Pemkab Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penuh seluruh kegiatan keagamaan, program Mudab, serta pembinaan para santri di wilayah Aceh Barat secara berkelanjutan (*)

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed