Bupati Ipuk Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Banyuwangi

Daerah44 Dilihat

Banyuwangi, Metrozone.net- Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (1/10/2026).

Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB itu diikuti ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Korpri, mahasiswa dan pelajar. Turut hadir Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan segenap jajaran Forkopimda setempat.

Di antaranya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, Dandim 0825 Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, Danlanal Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, Ketua DPRD I Made Cahyana Negara, dan anggota Forkopimda Banyuwangi lainnya.

Hadir pula Sekretaris Daerah Suyanto Waspo Tondo, para veteran, tokoh masyarakat, dan jajaran OPD Kabupaten Banyuwangi.

Dalam upacara itu, Bupati Ipuk bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara Kapten Arm Edy Tri Santoso bertidak sebagai komandan upacara.

Usai menerima laporan dari komandan upacara, Ipuk selaku inspektur upacara memimpin sesi mengheningkan cipta untuk mengenang pahlawan revolusi.

“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa mengheningkan cipta dimulai,” kata Ipuk.

Setelahnya, Ipuk membacakan teks Pancasila yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan. Dilanjutkan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh petugas, dilanjutkan pembacaan Naskah Ikrar oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.

Sebagai bentuk penghormatan, di lokasi upacara juga dipajang foto-foto Pahlawan Revolusi. Mulai Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Raden Suprapto, Kapten Czi (Anumerta) Pierre Andreas Tendean, Kolonel (Anumerta) Sugiyono Mangunwiyoto, Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Mas Tirtodarmo Haryono, dan Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Siswondo Parman.

Memajang foto para pahlawan adalah cara untuk mengenang jasa-jasa mereka yang telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk mempertahankan ideologi Pancasila.

“Para Pahlawan Revolusi yang gugur itu demi mempertahankan ideologi Pancasila melawan gerakan Partai Komunis Indonesia. Ini harus kita hargai dan menjadi pegangan kita. Bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa yang wajib kita pertahankan,” kata Ipuk usai upacara.

Bagi Ipuk, Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar peringatan sejarah, namun juga simbol ketahanan dan persatuan bangsa Indonesia. Ipuk pun mengajak masyarakat untuk terus belajar dari sejarah masa lalu, memperkuat rasa nasionalisme, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan ini harus kita maknai dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Editor: 5093N9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *