PURWOKERTO — Inovasi budidaya mencit mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) berhasil mencuri perhatian di ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo tingkat nasional.
Tim Turtle_Gengss UBB meraih Harapan 2 pada kategori Budidaya Tahapan Bertumbuh dalam ajang yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah.
Capaian itu diraih setelah mereka membawa konsep budidaya mencit dengan pendekatan yang memadukan efisiensi ruang, pengendalian bau dan pemanfaatan limbah perikanan.
Inovasi tersebut mereka kemas dalam karya berjudul “Inovasi Budidaya Mencit Sistem Rak Bersusun dengan Media Pasir Anti Bau dan Pemanfaatan Limbah Perikanan untuk Mewujudkan SDGs 12.”
Bukan sekadar memamerkan hewan budidayaan, Tim Turtle_Gengss menjadikan KMI Expo sebagai ruang untuk memperkenalkan bagaimana usaha budidaya mencit dapat dikembangkan menjadi kegiatan kewirausahaan.
Mereka menampilkan konsep tersebut melalui stan bertema “The Jungle Mencit Bangka.” Pengunjung diperkenalkan dengan proses budidaya, produksi, pemasaran hingga penjualan mencit yang dikembangkan untuk kebutuhan laboratorium penelitian maupun pakan predator.
Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam inovasi mereka adalah penggunaan sistem rak bersusun. Model tersebut dirancang untuk mengoptimalkan ruang budidaya.
Mereka juga menggunakan pasir sebagai media yang ditujukan untuk membantu mengurangi bau, sekaligus memanfaatkan limbah perikanan dalam konsep budidayanya.
Gagasan itu kemudian dipresentasikan di hadapan juri dan pengunjung KMI Expo. Tim harus menjelaskan bukan hanya produk yang mereka hasilkan, tetapi juga bagaimana usaha tersebut dijalankan dan dikembangkan.
Tim Turtle_Gengss beranggotakan mahasiswa lintas program studi. Muhammad Faiq Elfaruq dari Akuakultur menjadi ketua tim, bersama Intan Ramadani dari Ekonomi, serta Aidil Adha dan Salsya Auliya Nabila dari Agribisnis.
Mereka mendapat pendampingan dari Dr. Ardiansyah Kurniawan, dosen Program Studi Akuakultur UBB.
Berdasarkan informasi yang disampaikan tim, prestasi tersebut menjadi capaian pertama UBB dalam ajang KMI Expo tingkat nasional. Mereka harus bersaing dalam ajang yang diikuti peserta dari 216 perguruan tinggi.
Bagi tim, pengalaman di KMI Expo tidak berhenti pada hasil kompetisi. Ajang tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan usaha, memperoleh pengalaman berwirausaha, membangun jejaring, sekaligus bertukar gagasan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Ardiansyah Kurniawan menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian mahasiswa yang dibimbingnya. Ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong mahasiswa UBB lainnya untuk berani mengembangkan gagasan dan mengujinya dalam ruang kompetisi yang lebih luas.
Konsep yang dibawa Turtle_Gengss juga menunjukkan upaya mahasiswa menghubungkan kegiatan kewirausahaan dengan prinsip keberlanjutan. Pemanfaatan limbah perikanan dan pengembangan sistem budidaya menjadi bagian dari gagasan mereka dalam mendukung SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Keikutsertaan Tim Turtle_Gengss dalam KMI Expo mendapat dukungan dari UPA PKK, BAKK, serta pimpinan UBB.




