Manokwari, Metrozone.net- Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri bergerak cepat membentengi aparat penegak hukum dari bahaya laten radikalisme. Melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat, Densus 88 menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Pembinaan Personel di Meeting Room Billy Jaya Hotel, Kabupaten Manokwari, Selasa (11/8/2026).
Langkah strategis ini diambil guna memperkuat pencegahan paham intoleransi, ekstremisme, dan terorisme di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat.
Kepala Satgaswil (Kasatgaswil) Papua Barat Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., turun langsung sebagai narasumber utama dalam agenda krusial ini. Di hadapan sekitar 120 personel perwira dan bintara Polda Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana membedah strategi taktis dalam mendeteksi dan menangkal penyebaran ideologi radikal. Acara ini turut dihadiri dan didukung penuh oleh Karo SDM Polda Papua Barat, Kombes Pol. Dr. (C) Cepi Noval, S.I.K., M.H.
Dalam paparannya, Kombes Pol. Gede Suardana menekankan pentingnya kewaspadaan digital. Para peserta dibekali kemampuan khusus untuk mengenali ciri-ciri konten bermuatan intoleransi, radikalisme, serta propaganda kekerasan yang marak beredar di media sosial. Strategi ini dirancang agar aparat kepolisian tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga membentengi masyarakat dan generasi muda dari manipulasi pola pikir oleh kelompok ekstremis.
“Kami mengajak seluruh personel Polda Papua Barat untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi paham intoleransi, ekstremisme, dan terorisme di Provinsi Papua Barat,” ujar Kombes Pol. Gede Suardana.
Tidak bergerak sendiri, Densus 88 juga menggandeng para tokoh lintas agama untuk memperkuat narasi kedamaian. Hadir sebagai pembicara kunci antara lain Ketua MUI sekaligus perwakilan FKUB Islam Papua Barat KH Mulyadi Djaya, Ketua FKUB Pdt. Sadrak Simbiak, M.Th., serta Sekretaris FKUB Papua Barat Ida Bagus Putu Chandi. Kolaborasi ini menegaskan bahwa penanggulangan radikalisme membutuhkan sinergi kuat antara penegakan hukum dan pendekatan keagamaan yang inklusif.
Melalui pembinaan intensif ini, personel Polda Papua Barat ditargetkan menjadi garda terdepan yang adaptif, toleran, dan cinta tanah air. Korps Bhayangkara di bumi Cendrawasih diharapkan memiliki imunitas tinggi terhadap paham yang bertentangan dengan Pancasila, sekaligus menjadi motor penggerak dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian di tanah Papua.
Editor: 5093N9






