Belum Digunakan Kendaraan, Rigid Jalan Preservasi Kalirejo – Pringsewu Sudah Retak dan Patah

Blog8 Dilihat

 

Pringsewu, Lampung, Metrozone.net, –

Proyek Preservasi Jalan Ruas Kalirejo – Pringsewu Link 033 kembali disorot. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa, 1 September 2026 pukul 15.11 WIB di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, ditemukan rigid pavement yang baru dicor sudah mengalami retak dan patah.

Dalam dokumentasi di lapangan terlihat kondisi badan jalan yang masih ditutup terpal dan dipasangi garis pembatas kuning-hitam. Namun retakan panjang sudah tampak jelas di permukaan beton.

Salah seorang warga yang juga bekerja di proyek tersebut menjelaskan kepada awak media bahwa kerusakan diduga terjadi karena proses perawatan beton tidak sesuai.

“Telat siram air untuk jalan yang baru di cor mas,” ujar warga tersebut.

Warga lain menduga retak dan patahnya rigid ini juga disebabkan tidak adanya tulangan besi pada sisi samping jalan. Padahal jalan ini merupakan bagian dari proyek besar APBD Provinsi Lampung yang dikerjakan oleh PT. Bumi Lampung Persada KSO – PT. Nacita Karya Utama dengan nilai kontrak Rp23,9 Miliar.

“Ini belum digunakan kendaraan berat saja sudah retak dan patah. Bagaimana nanti kalau sudah dilewati truk-truk muatan puluhan ton. Kami khawatir kualitasnya tidak sesuai spek,” kata warga lainnya.

Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran karena ruas Kalirejo – Pringsewu merupakan jalur padat yang dilintasi sekitar 10 ribu kendaraan setiap hari. Jika mutu pekerjaan tidak dijaga sejak awal, dikhawatirkan jalan baru akan cepat rusak dan merugikan keuangan negara.

Masyarakat meminta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung bersama konsultan pengawas CV. Mitra Paxi segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi. Jika terbukti ada kelalaian dalam pelaksanaan, maka harus ada perbaikan total sebelum jalan digunakan dan sebelum dilakukan PHO.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun Dinas BMBK Provinsi Lampung terkait temuan kerusakan pada rigid pavement di Rejosari tersebut.

Warga berharap proyek yang dibiayai APBD ini benar-benar mengutamakan kualitas, mulai dari proses pengecoran, perawatan, hingga pengawasan, agar hasilnya awet dan bermanfaat bagi masyarakat.

(Epy/Red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *