Atasi Sampah di Lorong Sempit, Desa Suak Indra Puri Gagas Kemitraan Tripartit Bersama DLH Aceh Barat

Meulaboh (Metrozone.net) – Desa Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat siap memulai langkah baru dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Masalah sampah di lorong-lorong sempit yang selama ini sulit dijangkau armada besar akan segera teratasi lewat skema kemitraan Tripartit. Program ini mengedepankan kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

​Langkah nyata ini diperkuat dengan pertemuan koordinasi yang dilakukan kemarin antara perangkat desa Suak Indrapuri bersama Tim DLH dan perwakilan Bank Sampah Induk Dolah Recycle. Sebagai langkah awal, program ini akan dijalankan sebagai pilot project (proyek percontohan) yang menyasar 250 Kepala Keluarga (KK) atau bangunan di Desa Suak Indra Puri.

Rencananya, pembahasan detail mengenai operasional akan dimatangkan pada minggu depan untuk memastikan seluruh tahapan transisi berjalan lancar.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dr. Kurdi, menargetkan program ini akan resmi diluncurkan pada minggu kedua Juni, atau tepat setelah momentum libur Lebaran Idul Adha 1447 H. Fokus utama dari inisiatif ini adalah memberikan kepastian layanan angkutan sampah yang terjadwal bagi warga di wilayah percontohan tersebut.

Dengan demikian, kebersihan lingkungan di area permukiman padat kini memiliki jaminan pengangkutan yang lebih rutin dan menyentuh hingga ke lorong-lorong warga. Selain manfaat lingkungan, kata Kurdi, program ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal secara bertahap.

Melalui sistem manajemen yang profesional, diperkirakan desa akan mendapatkan tambahan pendapatan sekitar Rp5,5 juta per bulan pada tahap awal ini. Nilai ekonomi yang diperoleh desa dipastikan akan terus bertambah seiring dengan peningkatan jumlah layanan KK yang diberikan ke depannya,” ujar Kurdi, Jum’at (15/5-2026)

Ia menambahkan ​inisiatif di Desa Suak Indra Puri ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi ekonomi dari sektor persampahan.

Berdasarkan kajian sebelumnya, pengelolaan sampah yang melibatkan kolaborasi aktif desa dan BUMD secara luas memiliki potensi kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai Rp5 Miliar. Angka ini menjadi target jangka panjang dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa dan daerah melalui pengelolaan yang berkelanjutan,” jelasnya

​Kurdi, berharap kesuksesan di Suak Indra Puri dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya di Aceh Barat. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen perangkat desa dalam mengelola ekosistem kemitraan ini demi kepentingan warga.

Diharapkan, setelah sistem di desa ini berjalan stabil, wilayah-wilayah lain akan segera mereplikasi pola kolaborasi yang sama untuk cakupan yang lebih luas.

​”Kami mengimbau desa-desa lain untuk segera bergabung dalam program ini. Ini adalah solusi bersama untuk mengubah beban sampah menjadi sumber pendapatan desa yang terus tumbuh, sekaligus menjamin layanan kebersihan yang menjangkau hingga ke depan pintu rumah warga di lorong-lorong terkecil sekalipun,” pungkas Kurdi

Penulis: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed