Atasi ODGJ Genetik di Ujong Nga, Tarmizi Boyong Anak dan Orang Tua Berobat ke Banda Aceh

MEULABOH (Metrozone.net) – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk membebaskan daerah dari praktik pemasungan warga. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., saat mengunjungi seorang anak yang mengalami gangguan jiwa dan keterbelakangan mental di Desa Ujong Nga, Kecamatan Samatiga, Minggu (13/9/2026).

​Kunjungan yang menjadi bagian dari program Dokmaru (Dokter Masuk Rumah) ini dilakukan guna meninjau langsung kondisi sang anak yang selama ini ditempatkan di sebuah gubuk terpisah.

​Tarmizi menjelaskan bahwa kondisi gangguan jiwa yang dialami anak tersebut dipicu oleh faktor genetik sejak kecil. Karena tak sanggup menjaga selama 24 jam serta menghindari barang-barang rumah tangga hancur saat anak mengamuk, sang ibu beserta keluarganya membuatkan gubuk khusus di samping rumah utama sebagai tempat tinggal sementara.

​“Ini permasalahannya karena faktor genetik, ayahnya juga mengalami hal yang sama. Ibunya sekarang kembali ke rumah orang tuanya di sini, dan keluarga tidak sanggup menjaga selama 24 jam,” ujar Tarmizi.

​Namun, Tarmizi menegaskan bahwa pengurungan semacam itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurut medis, mengurung seseorang yang mengalami gangguan jiwa justru akan memperparah tingkat stres yang bersangkutan.

​“Kita tidak boleh membiarkan itu. Secara medis, kalau dikurung dia akan semakin stres. Oleh karena itu, kita akan membawa anak tersebut beserta orang tuanya ke Banda Aceh untuk menjalani pengobatan,” tegasnya.

​Untuk mendukung proses penyembuhan, Pemkab Aceh Barat akan berkolaborasi dengan Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB) guna menyediakan fasilitas tempat tinggal selama di Banda Aceh, mengingat keterbatasan anggaran daerah saat ini. ​Rumah singgah tersebut nantinya didesain khusus agar sang anak tidak lagi merasa terisolasi.

​“Harapannya nanti ketika berobat ke Banda Aceh dan sembuh, sudah ada tempat tinggal. Rumahnya akan didesain di pinggir jalan dan menghadap ke jalan agar anak tersebut dapat melihat suasana di luar,” pungkas Tarmizi.

Editor: Almanudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *