OGAN ILIR METROZONE- – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir menerima suntikan Dana Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp15 miliar guna mempercepat penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Langkah taktis kini tengah disiapkan agar realisasi dana tersebut tepat sasaran dan mampu mendongkrak performa tim di lapangan.
Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menegaskan bahwa penanganan karhutla sejauh ini sudah berjalan optimal.
Hingga pertengahan September 2026, tercatat luasan lahan yang terbakar telah menembus 1.050 hektare dengan frekuensi mencapai 340 kali peristiwa kebakaran.
“Insya Allah dalam minggu ini beberapa item (kebutuhan) terkait penanggulangan Karhutla dapat direalisasikan dan dibelanjakan,” ujar
Bupati Panca saat diwawancarai awak media usai menghadiri Rapat Paripurna bersama DPRD Ogan Ilir, Rabu 16 September 2026.
Bupati Panca merinci, dana miliaran rupiah tersebut akan dibagi ke dalam beberapa sektor krusial.
Seperti peralatan BPBD untuk pemadaman dan perlengkapan perlindungan personel.
Pelayanan Kesehatan untuk menangani warga yang terdampak infeksi saluran pernapasan akibat asap.
Jaring Pengaman Sosial berupa pembagian bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang paling terdampak.
Kemudian, guna menjaga moril dan memotivasi tim gabungan di lapangan, Pemkab Ogan Ilir juga mengalokasikan anggaran khusus untuk uang lelah para petugas. Petugas gabungan tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Satpol PP.
Uniknya, sistem pembayaran uang lelah ini mengadopsi hitungan berbasis shift kerja, mengingat durasi pemadaman sering kali berlangsung hingga larut malam.
“Sudah saya terbitkan Surat Keputusan (SK)-nya. Personel dari Dishub dan Satpol PP dikerahkan penuh untuk menunjang kinerja BPBD. Uang lelah dibagi per jam kerja, bukan per hari, karena sistemnya shift yang berjalan sampai malam, dini hari, bahkan pagi. Besaran uang lelahnya adalah Rp150 ribu per shift,” jelas Bupati Ogan Ilir.
Di samping fokus pada upaya pemadaman dan penanganan dampak asap, Pemkab Ogan Ilir bersama kepolisian terus menggencarkan edukasi dan langkah preventif ke tingkat desa.
Masyarakat diimbau keras untuk tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan metode pembakaran, mengingat sanksi hukum yang tegas bagi para pelakunya._Ungkapnya
Tim Red Sumsel;
(Endang Rajo Alam)






