Meulaboh (Metrozone.net) – Upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan asri di Kabupaten Aceh Barat terus diperkuat melalui sektor pendidikan. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat secara konsisten menjalankan program SAPA DWP (Sambut Aceh Barat Pesona Asri bersama Dharma Wanita Persatuan) sebagai wadah edukasi pengelolaan sampah bagi generasi muda sejak usia dini.
Program yang menyasar siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku anak-anak dalam memandang sampah, bukan sekadar limbah, melainkan sesuatu yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
Kali ini kegiatan edukasi dipusatkan di SD Negeri 3 Meulaboh. Namun, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh siswa sekolah setempat, melainkan juga melibatkan sejumlah Sekolah Dasar lainnya di kota Meulaboh, yakni: SD Negeri 4 Meulaboh,
SD Negeri 5 Meulaboh,
SD Negeri 20 Meulaboh. Langkah kolaboratif ini diambil agar pesan mengenai pentingnya budaya bersih dapat tersebar lebih luas dan merata antar sekolah di pusat kota.
Plt Ketua DWP Aceh Barat, Ny. Cut Zulfahnur Syafitri Kurdi, mengungkapkan bahwa sejak pertama kali diluncurkan pada 13 Februari 2026, SAPA DWP telah menjadi gerakan yang dinanti oleh sekolah-sekolah. Kehadiran tim DWP di tengah-tengah pelajar disambut dengan antusiasme tinggi.
”Alhamdulillah, siswa-siswa sangat bersemangat menyambut aksi dari SAPA DWP ini. Sejak diluncurkan, kami sudah menjangkau sejumlah sekolah untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah. Mereka sangat aktif saat mengikuti materi yang kami berikan,” ujar Cut Zulfahnur, Selasa (12/05/2026).

Cut Zulfahnur menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan dan bertahap ke seluruh penjuru wilayah Aceh Barat. Pada tahap awal ini, tim SAPA DWP memfokuskan kegiatannya di dua kecamatan dengan populasi sekolah yang cukup padat.
”Kami bergerak secara bertahap. Untuk tahap awal, kegiatan difokuskan pada sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Johan Pahlawan dan Kecamatan Meureubo. Setelah itu, kita akan bergerak ke kecamatan lainnya di seluruh Aceh Barat,” jelasnya.
Gerakan SAPA DWP ini bukan merupakan program yang berdiri sendiri. Cut Zulfahnur menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi Bupati Tarmizi dalam mewujudkan Aceh Barat Asri. Salah satu pilar utamanya adalah penguatan budaya bersih yang berakar di tengah masyarakat.
”Harapannya, pengelolaan sampah di Aceh Barat ke depan semakin baik. Kita mulai dari lingkungan sekolah agar budaya membuang dan mengelola sampah dengan benar dapat tertanam sejak dini, lalu berdampak luas kepada masyarakat,” tambahnya
Plt Ketua DWP Aceh Barat ini berharap agar edukasi ini tidak berhenti di dalam pagar sekolah saja. Para siswa diharapkan mampu membawa pulang ilmu yang didapat dan mempraktikkannya di lingkungan rumah dan masyarakat.
”Melalui program ini, kita berharap generasi muda kita dapat menjadi pelopor perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan begitu, cita-cita kita bersama untuk mewujudkan daerah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman dapat segera terwujud,” demikian Cut Zulfahnur
(Almanudar)







