Mandailing Natal Metrozone Net
Dompeng Ilegal di Aek Si Api-api Cemari Sungai Batang Gadis, Warga Resah
Mandailing Natal Metrozone net ,Aktivitas dompeng pencari emas ilegal di wilayah Aek Si Api-api, aliran Sungai Batang Gadis yang berbatasan antara Kecamatan Tambangan dan Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal,
Hingga kini masih terus beroperasi. Kegiatan ilegal tersebut diduga menjadi penyebab utama keruhnya air Sungai Batang Gadis yang mengalir hingga ke wilayah hilir.
Kondisi sungai yang sebelumnya jernih kini berubah menjadi keruh pekat akibat limbah dan material tanah dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin tersebut. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai.
Warga mengaku resah karena air sungai sudah tidak lagi bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci pakaian, maupun aktivitas rumah tangga lainnya.
Selain mencemari lingkungan, aktivitas dompeng ilegal juga dinilai merusak ekosistem sungai. Habitat ikan yang selama ini menjadi sumber penghasilan sebagian warga mulai berkurang bahkan terancam punah.
Masyarakat menyebutkan bahwa hasil tangkapan ikan di Sungai Batang Gadis kini semakin sedikit dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Dulu air sungai ini bersih dan bisa dipakai mandi serta mencuci. Sekarang airnya keruh terus akibat dompeng. Ikan juga sudah mulai sulit didapat,” ungkap salah seorang warga yang tinggal di hilir Sungai Batang Gadis.
Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut. Masyarakat meminta Kapolres Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy agar menginstruksikan Kapolsek Kotanopan bersama jajaran untuk segera melakukan tindakan tegas dan mengamankan lokasi pertambangan ilegal di Aek Si Api-api.
Menurut warga, jika aktivitas dompeng terus dibiarkan, kerusakan lingkungan di Sungai Batang Gadis akan semakin parah dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat di wilayah Mandailing Natal, khususnya warga yang berada di sepanjang aliran sungai hingga ke hilir
Jurnalis ::TIM










