Oleh : SUPRIYONO
Lam-Teng,MetroZone.Net –
Pelaksanaan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) serentak se-Kabupaten Lampung Tengah yang akan digelar pada November 2026 mendatang menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan di lingkungannya masing-masing. Mengingat peran strategis Kepala Kampung sebagai ujung tombak pelayanan publik dan perencana pembangunan di tingkat paling bawah, warga diimbau untuk tidak tergesa-gesa dalam memberikan suara, melainkan cerdas dan jeli memilih figur yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Diketahui, Pilkakam serentak tahun ini akan diikuti oleh 51 kampung se-Kabupaten Lampung Tengah.
Berbagai persiapan mulai dari pembentukan Panitia Pemilihan Kampung (Panpel), pendaftaran calon, hingga tahapan kampanye perlahan mulai digelar di setiap wilayah.
Seiring berjalannya waktu, dinamika politik lokal mulai terasa, di mana berbagai tawaran janji dan pendekatan kepada masyarakat mulai bermunculan.
Supriyono, Tokoh Masyarakat yang notabenya aktivis Sosial Kontrol, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemilihan Kepala Kampung bukan sekadar melestarikan tradisi demokrasi, melainkan memilih pemimpin yang paham akan kebutuhan nyata warga.
“Jangan sampai kita tergiur janji manis yang sulit diwujudkan, atau terpengaruh iming-iming sesaat yang justru merugikan kita sendiri di masa mendatang.
Warga harus cerdas melihat rekam jejak, kemampuan, visi misi, serta kesungguhan hati setiap calon,” ujarnya, Sabtu (1/8).
Masih di utarakan Bung,Supri sapaan akrabnya.
figur Kepala Kampung yang dipilih haruslah sosok yang dekat dengan rakyat, transparan dalam mengelola anggaran, serta memiliki kemampuan menjembatani aspirasi warga dengan pemerintah daerah.
Selain itu, integritas dan komitmen untuk menjaga kerukunan antar warga menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh calon pemimpin.
“Pemimpin kampung yang baik adalah mereka yang tidak membedakan warga, yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Warga harus jeli memilah mana calon yang hanya pandai bicara, dan mana yang terbukti memiliki karya nyata,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat di sejumlah wilayah di Lampung Tengah juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menjaga kondusivitas selama proses demokrasi berlangsung. Persaingan yang sehat antar calon sangat diharapkan tanpa menimbulkan perpecahan atau konflik berkepanjangan pasca pemilihan.
“Kami berharap seluruh warga menjaga persatuan. Mari kita berikan ruang yang sama kepada setiap calon untuk menyampaikan gagasannya, lalu kita putuskan dengan akal sehat dan hati nurani pada hari pencoblosan nanti.
Pilihlah yang mampu bekerja, yang amanah, dan yang membawa kemajuan bagi kampung kita,” tegasnya.
Hingga saat ini, panitia pelaksana di setiap kampung terus mensosialisasikan jadwal dan tata tertib pelaksanaan Pilkakam. Masyarakat diharapkan memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai setiap calon, sehingga suara yang diberikan nantinya tidak sia-sia dan melahirkan pemimpin yang tepat bagi kemajuan bersama di Lampung Tengah.****








