Urugan Pasir Tipis dan Prikes Rusak, Proyek Irigasi Rp195 Juta di Pandansurat Disorot Warga

 

Pringsewu, Lampung, Metrozone.net, –

Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Sumur Bor Way Trisno di Desa Pandansurat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu dengan anggaran Rp195.000.000,00 TA 2026 melalui P3A Way Trisno disoroti warga. Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi muncul setelah di lapangan ditemukan kondisi urugan pasir yang tipis serta pemasangan prikes yang rusak, berlubang, dan mudah hancur diduga tidak sesuai adukan RAB. Jum’at (28/08/2026)

Pantauan di lapangan pada Jumat (22/08/2026) sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Raya Sukoharjo III, Desa Pandansurat, menunjukkan pekerjaan pemasangan pasangan beton pracetak untuk saluran irigasi sedang berlangsung. Berdasarkan dokumentasi foto, lapisan urugan pasir di bawah plat beton terlihat sangat minim. Selain itu, banyak titik prikes yang sudah retak, berlubang, dan rapuh sehingga diduga kuat tidak sesuai dengan mutu adukan yang tercantum dalam RAB.

Padahal menurut standar teknis pekerjaan irigasi, urugan pasir berfungsi untuk meratakan bidang dan menjaga kestabilan struktur agar plat beton tidak mudah amblas. Sementara prikes harus memiliki kekuatan dan mutu adukan yang sesuai agar saluran mampu menahan debit air dan beban dalam jangka panjang.

“Kami warga sangat berharap proyek ini benar-benar bermanfaat dan bisa dipakai bertahun-tahun. Tapi setelah kami lihat, urugan pasirnya tipis sekali dan banyak prikes yang sudah rusak, berlubang, bahkan mudah hancur. Kami khawatir ini tidak sesuai spek dan tidak bisa bertahan lama,” ujar salah seorang warga setempat.

Warga menilai proyek ini sangat penting karena menyangkut kebutuhan air pertanian di Desa Pandansurat. Namun jika dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai RAB, maka tujuan peningkatan jaringan irigasi tidak tercapai dan anggaran negara sebesar Rp195 juta terbuang sia-sia.

Warga berharap P3A Way Trisno selaku pengelola, Dinas terkait, serta konsultan pengawas segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan, evaluasi, dan uji mutu. Perlu ada penjelasan teknis dan perbaikan agar masyarakat tidak ragu terhadap kualitas pekerjaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun pengurus P3A Way Trisno terkait detail spesifikasi teknis dan pengawasan di lapangan.

Proyek peningkatan jaringan irigasi sumur bor ini merupakan salah satu upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah Pringsewu. Masyarakat berharap agar pelaksanaan proyek benar-benar mengutamakan mutu, transparansi, dan akuntabilitas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan petani dalam jangka panjang.

(Epy/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *